Breaking News:

Warga Protes Tambang Ilegal Beroperasi di DAS Sungai Rongkong Luwu Utara

Apalagi pada tahun 2020 lalu, banjir bandang terjadi di Sungai Rongkong dan mengakibatkan puluhan rumah hanyut serta merusak kebun warga.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Waode Nurmin
Dokumentasi
Warga membentangkan spanduk di pinggir Sungai Rongkong, Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sebagai bentuk protes terhadap tambang ilegal, Senin (30/5/2022). 

TRIBUNLUTRA.COM, SABBANG - Keberadaan tambang galian C yang diduga ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rongkong mendapat protes dari warga setempat.

Protes dilayangkan warga dengan cara membentangkan spanduk di pinggir Sungai Rongkong, Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Senin (30/5/2022).

Pada spanduk yang dibentangkan, terdapat tulisan kami warga Luwu Utara mendesak pemerintah dan aparat hukum segera tutup tambang ilegal.

Lalu ada tulisan jangan biarkan tambang yang tidak berizin untuk beroperasi, jangan rusak lingkungan kami.

Toko masyarakat Sabbang, Hasim Bagoe, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum agar menertibkan aktivitas tambang ilegal.

Mereka tidak ingin aktivitas tambang ilegal jadi pemicu bencana di daerahnya.

Apalagi pada tahun 2020 lalu, banjir bandang terjadi di Sungai Rongkong dan mengakibatkan puluhan rumah hanyut serta merusak kebun warga.

"Faktor akan rusaknya lingkungan menjadi ketakutan kami yang utama dan jika dibiarkan berlanjut kemungkinan bencana alam akan terjadi terjadi," ujar Hasim Bagoe, Senin (30/5/2022).

Aktivis peduli lingkungan, Al Hidayat, ikut mendesak pemerintah dan pihak kepolisian tegas dalam penanganan tambang ilegal.

Kata dia, tambang ilegal merusak ekosistem dan merugikan warga.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved