Opini Tribun Timur

Harkitnas, Bendera LGBT dan Presidensi G20

Rasanya tak telat-telat amat jika penulis masih membincangkan Hari Kebangkitan Nasional. Meski sebetulnya sudah lewat harinya, tapi spirit juang

Editor: Sudirman
Muh Fitrah Yunus MH
Muh Fitrah Yunus MH, Pemerhati Kebijakan Publik / Pengurus DPP IKA Jogja SulSelBar 

Muh Fitrah Yunus MH

Pemerhati Kebijakan Publik / Pengurus DPP IKA Jogja SulSelBar

Rasanya tak telat-telat amat jika penulis masih membincangkan Hari Kebangkitan Nasional. Meski sebetulnya sudah lewat harinya, tapi spirit juang kebangkitan nasional itu tak sedikitpun luntur dari sanubari penulis.

Sepanjang sejarah yang diketahui, kebangkitan nasional merupakan semangat kebangkitan para pemuda Indonesia kala itu untuk meraih kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Hindia Belanda.

Kesadaran yang mulai muncul, utamanya sadar sebagai warga pribumi yang harus merdeka dan memiliki identitas kewargaan sendiri menjadi pijakan kemauan tinggi untuk segera lepas dari jeratan penjajah.

Nasionalisme adalah esensi dari kemauan kuat yang lahir saat itu. Menukil Ernest Renan, bahwa nasionalisme adalah kesadaran untuk bersatu yang diwujudkan dengan kepentingan kolekif yang bernilai luhur dan tanpa paksaan.

Tujuannya yaitu identitias sebuah bangsa. Lebih tajam, Connor menyebut nasionalisme dengan kesetiaan ataupun loyalitas.

Dengan itu, obsesi masa depan menjadi hal yang wajib diraih. Menguji kesetiaan dengan menghadapi tantangan serta ancaman penjajah yang mengerdilkan kemanusiaan dan menghalangi untuk merdeka.

Dengan membawa sejarah perjuangan para pendahulu, bagaimana mereka melawan penjajah, bagaimana merawat semangat juang perlawananan dan bagaimana bertahan hidup, para pemuda mampu meraih cita-cita kemerdekaan.

Spirit perjuangan kebangkitan nasional itu selalu diingatkan dengan peringatan disetiap 20 Mei.

Tentu peringatan ini tidak sekedar memperingati, namun juga spirit itu harus dibawa dan dinyatalaksanakan dalam setiap agenda pembangunan Indonesia, baik itu politik, hukum, sosial dan ekonomi.

Bagaimanapun, tantangan bangsa kedepan tidaklah mudah. Selalu ada yang ingin “mengendapkan” spirit kebangkitan nasional itu demi kepentingan sesaat.

Bendera LGBT

Salah satu tantangan yang hadir di sela-sela masyarakat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yaitu munculnya kelompok Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender atau lebih dikenal dengan istilah LGBT.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved