Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UTBK SBMPTN 2022

Waduh, Terindikasi Curang di UTBK Unhas, Enam Orang Diserahkan ke Polisi

Sebanyak enam orang terindikasi curang diserahkan panitia UTBK Unhas ke pihak Polrestabes Makassar.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
Humas Unhas
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mulai berlangsung, Minggu (572020) kemarin. Pusat UTBK Unhas menyelenggarakan ujian pada 14 lokasi dan 72 ruang ujian yang disiapkan pada lokasi-lokasi tersebut. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - UTBK gelombang pertama di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) telah berlangsung.

Sebanyak enam orang terindikasi curang diserahkan panitia UTBK Unhas ke pihak Polrestabes Makassar.

Enam orang tersebut terdiri dari 3 peserta UTBK dan 3 orang bukan peserta

"Tiga peserta perempuan, dua dari staf kami dan satu orang lagi pelaku lainnya," kata Kepala Humas Unhas Ishaq Rahman dalam konfrensi pers, Selasa (24/5/2022).

Dijelaskan, modus yang digunakan oleh peserta tersebut ialah menggunakan peralatan elektronik sebagai media penghubung.

Dua peserta terindikasi kecurangan tersebut mengenakan hijab. Sementara satu lagi tidak menggunakan hijab.

Kedua peserta tersebut menggunakan pakaian khusus dengan menyembunyikan handphone di balik pakaiannya.

Kemudian, mereka menyambungkan dengan earphone guna mendapat jawaban.

"Jadi itu handphone dia nyalakan fitur videonya, ada pake handphone kecil dan tersambung earphone. Entah terhubung dengan siapa di luar sana, seperti live streaming," jelas Ishaq Rahman.

"Satunya lagi kan tidak berhijab sepertinya menggunakan alat lebih canggih lagi," lanjutnya.

Sebelum memasuki ruangan, sebenarnya peserta diperiksa dahulu dengan menggunakan metal detector.

Ini merupakan upaya menghindari adanya barang elektronik dibawa masuk ke ruangan.

Dengan adanya kecurangan tersebut Unhas pun memanggil pihak pengawas ruangan

"Setelah diinterogasi, ternyata terindikasi kerjasama. Jadi kita serahkan ke kepolisian. Ini masih terindikasi belum pasti," kata Ishaq Rahman.

Guna menghindari kecurangan dengan security ataupun pengawas, SOP pengamanan UTBK pun diubah.

"Sebelumnya kan, petugas keamanan diberitahu ruangan pengawasannya semalam sebelum ujian. Jadi ada oknum menunggu info itu, misalkan ada klien mau dibantu di ruangan tertentu, mereka menghubungi petugas keamanan kami. Sayangnya ada yang tergoda," jelas Ishaq Raham

"Untuk meminimalisir, kini petugas keamanan tidak tau lokasi bertugasnya hingga pagi hari jelang pelaksanaan. Jadi, di apel pagi baru disampaikan ruangannya," lanjutnya.

Dari hasil Investigasi internal, Ishaq menjelaskan bahwa mereka terlibat usai di iming-imingi oleh pihak luar yang menjanjikan kelulusan.

Ia pun memastikan bahwa itu merupakan sebuah penipuan.

"Kita akan maksimalkan kampanye publik agar masyarakat tidak tertipu dan tergiur dengan iming-iming seperti itu," jelas Ishaq.

Terkait dengan konsekuensi, Unhas kembali berpatokan kepada Berita Acara Pelaksanaan Ujian (BAPU).

Terpenting, untuk UTBK tahun ini peserta tersebut tidak diikutkan kembali.

Sepenuhnya, Unhas mengembalikan keputusan kepada Panitia Pusat UTBK.

Sedangkan untuk pengawas, Satuan Pengawas Internal Prof Ahmadi Miru mengatakan ia tidak bisa langsung memberikan hukuman.

Tetapi, memberikan langkah selanjutnya kepada pimpinan kampus.

“Kami tidak bisa menvonis. Kami hanya berikan rekomendasi kepada Rektor untuk dilakukan tindakan,"jelasnya.

Terakhir, Ishaq mewanti-wanti setiap peserta ataupun oknum yang ingin berbuat curang.

Ia pun berharap kejadian ini tidak terulang kembali di ujian tahap kedua nanti.

"Kami serius untuk melaksanakan UTBK. Ini jelas pelanggaran, nanti polisi yang membuktikan. Kita berharap nanti bisa mendapatkan talenta terbaik untuk masuk kesini," tutup Ishaq. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved