Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Syamril

Kebangkitan Melalui Pendidikan

Pada 2 Mei 2022 sebagai Hari Pendidikan Nasional juga Hari Raya Idul Fitri 1443.Lalu 20 Mei 2022 sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

DOK PRIBADI
Rektor ITB Kalla, Syamril 

Oleh: Syamril
Rektor ITB Kalla

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bulan Mei tahun ini sangat istimewa. Pada 2 Mei 2022 sebagai Hari Pendidikan Nasional juga Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Lalu 20 Mei 2022 sebagai Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada hari Jumat.

Mari renungi kedua hari Nasional ini dengan tema Kebangkitan Melalui Pendidikan.
Sejarah menunjukkan bahwa kebangkitan suatu bangsa adalah buah dari proses pendidikan.

Demikian pula dengan Kebangkitan Nasional di Indonesia yang mengacu pada berdirinya Boedi Utomo 20 Mei 1908. Lahirnya organisasi pergerakan nasional karena munculnya cerdik cendekia hasil pendidikan yang berawal dari politik etis pemerintah Hindia Belanda.

Pendidikan membuka pikiran mereka bahwa manusia dilahirkan sederajat. Tidak ada perbedaan kemuliaan karena suku, bahasa dan warna kulit.

Tidak boleh satu bangsa menindas dan menjajah bangsa lain karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Pendidikan melahirkan semangat untuk merdeka.

Maka lahirlah organisasi pergerakan untuk menyadarkan rakyat agar menuntut haknya untuk merdeka. Selama 20 tahun dari 1908-1928 lahirlah berbagai organisasi berbasis daerah, suku dan agama. Kemudian semuanya bersatu dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Perjuangan berlanjut dan buahnya yaitu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Pada era sekarang ini kebangkitan dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan kemerdekaan seperti pada Pembukaan UUD 1945.

Ada kata kunci di Pembukaan yaitu merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Juga melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Mari bangkit mewujudkan tujuan kemerdekaan. Mari bersatu, raih kedaulatan ekonomi dan politik, wujudkan keadilan dan kemakmuran. Siapkan generasi yang lebih baik melalui pendidikan yang berkualitas.
Apa saja yang harus dibangun melalui pendidikan? Dapat diambil dari 5 sila dalam Pancasila yang pada tanggal 1 Juni akan diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Sila pertama yaitu pendidikan yang membangun iman dan taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagai bangsa yang beragama maka iman dan taqwa menjadi pondasi. Apalagi baru saja Ramadhan berlalu yg bertujuan menjadi manusia bertaqwa.

Sila kedua yaitu pendidikan yang membangun kepedulian, tolong-menolong, saling menghormati dan menghargai. Tanamkan rasa cinta kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Itulah kemanusiaan yang adil dan beradab.

Sila ketiga yaitu pendidikan yang mampu menyatukan seluruh warga dan komponen bangsa dalam rumah besar Indonesia. Membangun cinta tanah air dan bersatu untuk kepentingan bersama. Jauh dari polarisasi karena perbedaan.

Sila keempat dan kelima yaitu pendidikan yang membiasakan musyawarah didasari hikmah kebijaksanaan. Tidak alergi dengan perbedaan pendapat tapi menjadi teman berfikir untuk mencari solusi terbaik. Semuanya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari bangkit melalui pendidikan berbasis Pancasila. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved