Cacar Monyet

Cacar Monyet Sudah Masuk Negara Tetangga, Kenali Gejala, Penularan, hingga Pencegahannya

Australia melaporkan kasus diduga cacar monyet, dimana asien baru saja pulang dari Eropa.

Editor: Hasriyani Latif
Spanish General Council of Official Podiatrist
Lesi berwarna ungu dan gejala seperti cacar air ditemukan di sejumlah kasus. Cacar Monyet sudah masuk Nnegara tetangga, kenali gejala, penularan, hingga pencegahannya 

Monkeypox atau cacar monyet hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium rujukan.

Namun secara klinis, diagnosis banding Monkeypox dapat mempertimbangkan penyakit ruam lain, seperti cacar Smallpox (meskipun sudah diberantas), cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat.

Seseorang dengan gejala mirip monkeypox dan memiliki kontak dengan orang/hewan yang yang dicurigai cacar monyet atau memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang melaporkan kasus maka tidak perlu panik.

Segera konsultasi dan berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik untuk monkeypox.

Pengobatan lebih bersifat simptomatis dan suportif.

Namun, cacar monyet biasanya adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 – 21 hari.

Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 % kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit monkeypox atau cacar monyet.

Cara mencegah cacar monyet

Monkeypox atau cacar monyet dapat dicegah dengan beberapa cara, diantaranya:

- Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

- Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved