Warga Pinrang Digegerkan Tanah Bergerak Disertai Retakan Sepanjang 2 Km, Reaksi Pemda

Akibat kejadian tersebut, pihak pemerintah setempat akan memanggil langsung ahli geologi.

Penulis: Nining Angraeni | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/NINING
Fenomena tanah bergerak disertai retakan terjadi di Kampung Ratte, Desa Suppirang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNPINRANG.COM, PINRANG - Fenomena tanah bergerak disertai retakan terjadi di Kampung Ratte, Desa Suppirang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Fenomena ini sudah terjadi selama dua minggu.

Akibat kejadian tersebut, pihak pemerintah setempat akan memanggil langsung Ahli Geologi.

Camat Lembang, Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya kini menunggu informasi lanjutan dari Dinsos Sulsel.

"Iya, kami sudah koordinasikan. Mungkin minggu ini, tim ahli geologi akan datang untuk melihat langsung fenomena ini," kata Yusuf saat dikonfirmasi.

Dikatakan, ada 80 kepala keluarga (KK) yang bermukim di lokasi tersebut.

Sementara itu, 20 KK telah mengungsi lebih dulu ke kebun dan rumah keluarga.

"Kini warga yang lain sementara dievakuasi untuk mengungsi sementara waktu di tempat yang lebih aman," ucapnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan besok rencananya SKPD terkait dan Bupati Pinrang turun ke lokasi untuk membawa bantuan tenda dan logistik.

"Selain itu, kami juga menunggu bantuan logistik dari provinsi dalam waktu dekat ini," ucapnya.

Sebelumnya, retakan tanah di Kampung Ratte sudah mencapai 2 kilometer dengan kedalaman 1 meter. Sementara lebar retakan 10 hingga 30 cm. 

Selain rumah warga, retakan tanah juga sudah sampai ke sekolah. 

Salah satu warga, Gerald, mengatakan kondisi ini sudah terjadi kurang lebih dua minggu. 
"Kami di sini was-was. Sudah banyak warga yang meninggalkan rumah dan mengungsi di kebun atau rumah keluarga," katanya. 

Apalagi, katanya, setiap hari muncul retakan yang baru. 

"Kira-kira retakannya saat ini sudah 2 kilometer panjangnya. Baru setiap hari ada retakan baru yang muncul," bebernya. 

Lebih lanjut, dia bercerita, jika warga yang mengungsi di kebun membutuhkan bantuan seperti pengadaan tempat pengungsian yang layak dan aman. 

"Di kebun itu kan cuma rumah-rumah untuk berteduh saja. Jadi kami harap ada bantuan seperti tenda untuk mengungsi sementara waktu," tuturnya. 

Laporan jurnalis Tribunpinrang.com, Nining Angreani.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved