Inilah Dampak Dirasakan Indonesia Setelah Sri Mulyani Ngotot Hadirkan Rusia di KTT G20, Barat Marah
Sri Mulyani ngotot hadirkan Rusia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Padahal negara-negara Barat kompak tolak kehadiran Rusia
TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia kini menjadi sasaran negara barat gegara keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.
Sri Mulyani ngotot hadirkan Rusia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.
Padahal negara-negara Barat kompak tolak kehadiran Rusia dalam KTT G20 tersebut.
KTT G20 tersebut dijadwalkan digelar pada Oktober-November 2022 mendatang.
Negara Barat marah lantaran, Presiden Rusia Vladimir Putin tak mau berhenti gempur Ukraina.
Kini, nama Sri Mulyani kini tengah menjadi sorotan dunia,
Sejumlah pihakpun ikut berkomentar terkait keputiusan Sri Mulyani tersebut.
Disebut selama Rusia tetap menjadi anggota, kelompok ekonomi utama G20 tidak dapat berfungsi secara efektif.
Dilansir Reuters, hal ini disampaikan menteri keuangan Kanada mengatakan pada Jumat (22/4/2022) pada pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Washington DC, AS.

Perselisihan atas kehadiran Rusia pada pertemuan telah diperlihatkan sepanjang minggu ini.
Pejabat dari AS, Kanada, Inggris, dan negara-negara Barat lainnya melakukan pemogokan tiga hari berturut-turut setiap kali pejabat Rusia berbicara.
Para menteri keuangan G20 dan gubernur bank sentral, yang bertemu di Washington pada hari Rabu (20/4/2022), gagal menyepakati komunike tradisional yang menguraikan tujuan kebijakan ekonomi.
Ini karena Rusia memblokir bahasa kasar yang mengutuk invasinya ke Ukraina.
Komite pengarah IMF dan Komite Pembangunan Bank Dunia-IMF juga gagal mengeluarkan pernyataan bersama.
"G20 tidak dapat berfungsi secara efektif dengan Rusia di meja," kata Chrystia Freeland, menteri keuangan Kanada, mengatakan pada konferensi pers dengan Menteri Keuangan Ukraina Serhiy Marchenko di Washington.