Mengenal Masjid Tua Al Mujahidin, Pusat Penyebaran Agama Islam Pertama di Bone
Masjid Tua Al Mujahidin, letaknya di Jl Sungai Citarum, Kelurahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Bone, Sulsel.
Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Saldy Irawan
Adapun empat sahabat Rasulullah SAW yang dimaksud dalam Khulafaur Rasyidin yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.
Hal unik ada di masjid ini, yaitu dua guci keramik peninggalan Dinasti Ming dipasang di atas mimbar dan diatas kubah.
Masjid Tua Al Mujahidin mampu menampung jamaah hingga 500 orang.
Pada halaman belakang masjid terdapat kompleks makam Raja Bone.
Ada Raja Bone ke-24, 25, 26 dan Raja Bone ke-27.
Kompleks makam Raja Bone itu disebut kompleks Lalebbata.
Sejarah Masjid Tua Al Mujahidin begitu membekas di hati warga Bone.
Bagaimana tidak, Raja ke-13 La Maddaremmeng dikecam masyarakatnya.
Sebab ia memeluk agama Islam tanpa persetujuan Dewan Adat.
"Dewan adat marah dan tidak menerima lagi La Maddaremmeng sebagai Raja," kata Budayawan Bone, Andi Yushan Tenri Tappu, Jumat (15/4/2022).
Ia dianggap melanggar aturan adat sistem kepercayaan di Bone.
La Maddaremmeng lalu meninggalkan tanah kelahirannya untuk menimbah ilmu Agama.
Kemudian tinggal dan menyebarkan agama Islam di Bantaeng.
"La Maddaremmeng diangkat menjadi Raja dan mangkat di Bantaeng," jelas Andi Yushan Tenri Tappu.
Sebelum memeluk Islam, masyarakat Bone memiliki sistem kepercayaan animisme. (*)
Laporan Kontributor TribunBone.com - Kasdar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kasdaaaar-22233.jpg)