Hasil Survei SABI
Anak Muda di Sulawesi Lebih Galaukan Karier dan Pekerjaan Dibanding Jodoh
Anak muda ( generasi milenial dan generasi Z ) di Pulau Sulawesi pada saat ini sedang galau karena berbagai persoalan hidup dihadapi.
Beralih ke penyebab berikutnya, fenomena You Only Live Once (YOLO).
YOLO merupakan gaya menikmati hidup yang berfokus pada apa yang dialami hari ini tanpa memikirkan risiko atau kemungkinan di masa depan.
Anak muda yang mengikuti fenomena ini sering sekali menghabiskan uangnya sekaligus untuk menikmati hidup tanpa menyisihkannya untuk ditabung.
YOLO memiliki prinsip “bagaimana nanti”, bukan “nanti harus bagaimana”.
Selanjutnya adalah faktor rendahnya literasi keuangan.
Menurut survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada 2019 lalu, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia hanya 38,03 persen.
Berbanding terbalik dengan indeks literasi keuangan, survei yang sama menunjukkan indeks inklusi keuangan justru mencapai 76,19 persen.
Artinya, ada banyak masyarakat yang telah menggunakan produk atau jasa keuangan formal, meskipun pemahaman literasi keuangan mereka masih rendah.
Penyebab terakhir kesulitan finansial generasi kami adalah menurunnya pendapatan karena pandemi Covid-19.
Seperti diketahui, pagebluk tidak hanya menjadi bencana non-alam global yang mengguncang sektor kesehatan.
Sektor perekonomian masyarakat pun terpukul hebat.
Masa depan ditakutkan
Masalah finansial dan mendapat pekerjaan ternyata menjadi ketakutan dominan bagi generasi muda di seluruh wilayah Indonesia dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.
Persepsi ketakutan terhadap keduanya lebih tinggi dibandingkan masalah lain, termasuk yang terkait variabel non-ekonomi.
Namun, jika melihat persentase secara keseluruhan, berbagai topik yang terkait variabel non-ekonomi justru mendominasi ketakutan di masa depan bagi generasi muda.
Perbandingannya di Sulawesi, variabel ekonomi 21 persen dan non-ekonomi 42 persen.
Ketakutan anak muda di Sulawesi mengenai masa depan lebih didominasi oleh masalah karier dan pekerjaan (12 persen), dibanding finansial (9 persen).(*)