Tak Hanya BBM Pertamax, PPN Juga Naik Hari Ini, Harga Makanan - Minuman dan Barang Lain Makin Mahal

Pemerintah era Presiden Jokowi ternyata tak hanya menaikkan harga BBM jenis Pertama mulai pada Jumat, 1 April 2022.

Editor: Edi Sumardi
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Ilustrasi memilih makanan di restoran. Tarif PPN untuk makanan dan minuman naik mulai, Jumat, 1 April 2022 hari ini. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah era Presiden Jokowi ternyata tak hanya menaikkan harga BBM jenis Pertamax mulai pada Jumat, 1 April 2022.

Jelang Ramadan 2022 atau bulan puasa Ramadhan 1443 H, tarif pajak juga naik.

Kenaikan tarif terjadi pada pajak pertambahan nilai atau PPN dari 10 persen menjadi 11 persen.

Imbasnya, kenaikan ini akan memicu harga barang dan jasa juga naik di tingkat konsumen.

Perlu diketahui jika kenaikan tarif PPN 10 persen menjadi 11 persen sesuai dengan amanat Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Baca juga: Rincian Terbaru Harga BBM Solar Pertalite, Pertamax, Dexlite yang Benar Seluruh Indonesia, Beda-beda

Namun ternyata, kenaikan tarif PPN sebesar 1 persen pada saat ini masih berada di bawah rata-rata PPN dunia.

“Kalau rata-rata PPN di seluruh dunia itu ada di 15 persen, kalau kita lihat negara OECD dan yang lain-lain, Indonesia ada di 10 persen. Kita naikkan 11 (persen) dan nanti 12 (persen) pada tahun 2025,” kata Menteri Keuangan RI atau Menkeu, Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Menkeu memahami jika saat ini perhatian masyarakat dan dunia usaha tengah fokus pada pemulihan ekonomi.

Namun, hal ini tidak menghalangi pemerintah untuk membangun pondasi perpajakan yang kuat.

Terlebih selama masa pandemi APBN menjadi instrumen yang bekerja luar biasa, sehingga perlu untuk segera disehatkan.

“Jadi kita lihat mana-mana yang masih bisa space-nya di mana Indonesia setara dengan region atau negara-negara OECD atau negara-negara di dunia. Tapi Indonesia tidak berlebih-lebihan,” katanya menandaskan.

Menkeu menekankan, pajak merupakan gotong royong dari sisi ekonomi Indonesia dari yang relatif mampu.

Hal ini karena pajak yang dikumpulkan akan digunakan kembali kepada masyarakat.

“Kita jelas masih butuh pendidikan yang makin baik, kesehatan yang makin baik, kita butuh bahkan TNI kita yang makin kuat, polisi yang makin hebat supaya kepastian hukum bagus, keamanan kita bagus. Itu semuanya bisa dikerjakan, kita capai, dan kita bangun setahap demi setahap kalau pondasi pajak kuat,” katanya pungkas.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved