Polri
Kisah Jenderal Asal Makassar Gories Mere Perintis Pasukan Burung Hantu Polri Sering Diteror Bom
Komjen Pol (Purn) Gregorius alias Gories Mere adalah perintis Densus 88 Antiteror Polri.
Nama Gories Mere mencuri perhatian karena ternyata ia juga pernah menjadi target pembunuhan.
Pada tahun 2011, ia bersama beberapa tokoh polisi dan masyarakat mendapat teror bom buku yang cukup heboh kala itu.
Gories Mere memang termasuk daftar orang yang diburu oleh pembunuh bayaran di Tanah Air.
Hal itu diungkapkan Tito Karnavian ketika menjabat Kapolri, saat konferensi pers di Kantor Menko Polhukam 28 Mei 2019.
Komjen Pol (Purn) Gories Mere lahir pada 17 November 1954 di Flores Timur.
Gories Mere pernah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2009-2012.
Baca juga: Jenderal Asal Makassar Irjen Fadil Imran Diisukan Jadi Pengganti Gubernur Jakarta Anies Baswedan
Gories Mere pensiun dari Kepolisian pada 1 Desember 2012 dengan pangkat Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi. Akan tetapi, Presiden Joko Widodo mengangkat Gories Mere sebagai Staf Khusus Presiden bidang intelijen serta Keamanan sejak Juni 2016.Pendidikan
- AKABRI (Akademi Kepolisian) 1976
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1986
- Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespimpol) 1992
- Sekolah Staf Komando (Sesko) ABRI 1998
- Combat Intelligence & Counter Disaster Course, Royal Military College of Science Swindon, Inggris
Riwayat Karier
- Kasat Serse Umum Polda Metro Jaya
- Kapolres Metro Jakarta Timur
- Direktur Reserse Polda Metro Jaya
- Direktur Reserse Polda Jawa Barat
- Irwasda Polda Nusa Tenggara Timur
- Wakil Kapolda Nusa Tenggara Timur
- Kepala Detasemen Khusus 88 (Anti Teror)
- Direktur IV Narkoba Badan Reserse Kriminal
- Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal 2005-2008
- Pjs. Kalakhar BNN (2008)
- Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional 2009-2012
- Kepala Asosiasi Lembaga-lembaga Anti Narkotika se-Dunia
- CEO Hendropriyono Strategic Consulting (2013-Sekarang)
- Komisaris PT Darma Henwa Tbk. (2013-Sekarang)
- Staf Khusus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan (2016)
Penghargaan
- Honorary Award in Order of Australia (HAOA) dari Pemerintah Australia (penghargaan terhadap kinerjanya saat Bom Bali 2002).
- Gelar Datuk (Darjah Panglima Jasa Negara) dari Yang Dipertuan Agong Malaysia Tuanku Mizan Zainal Abidin karena berjasa dalam membangun hubungan erat antara Indonesia-Malaysia
- Penghargaan Direktur Central Intelligence Agency, diberikan langsung di CIA HQ, Fort Langley
Baca juga: Ingat Kasat Cantik AKP Rita Yuliana Kini Jadi Anak Buah Jenderal Asal Makassar Irjen Fadil Imran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hasim0124032022.jpg)