Pendeta Saifuddin Ibrahim
Pernyataan Tegas Mahfud MD: Minta Polisi Periksa Pendeta Saifuddin Ibrahim
Pendeta tersebut sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang meminta agar 300 ayat di dalam Al Quran dihapus.
Pamannya juga disebut sebagai tokoh dan pendiri organisasi masyarakat (Ormas) Muhammadiyah di Bima.
Saifuddin Ibrahim lahir 26 Oktober 1965 dan banyak menghabiskan masa kanak-kanan dan remaja di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Setelah lulus dari bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Saifuddin Ibrahim melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Saifuddin juga masuk di Fakultas Ushuluddin jurusan Perbandingan Agama, yang banyak mengkaji agama Islam dan agama lain.
Setamat kuliah, Ibrahim mengajar di Pesantren Darul Arqom Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Pada 1999, ia mulai mengajar di Al-Zaytun yang berlokasi Haurgeulis Indramayu, salah satu pesantren besar di Indonesia pimpinan Syaykh AS Panji Gumilang, dan memiliki masjid yang bisa menampung 150.000 jemaah.
Hidup baru dijalani Ibrahim sebagai Pendeta Abraham Ben Moses setelah masuk ke agama Kristen pada tahun 2006.
Dia juga menikahi putri tokoh Jepara serta kini diberitakan dikaruniai 4 anak.
Pada 5 Desember 2017, ia ditangkap atas dakwaan ujaran kebencian dan divonis 4 tahun penjara.
Biodata Saifuddin Ibrahim
Nama lahir: Saifuddin Ibrahim
Agama: Kristen
Nama sekarang: Abraham Ben Moses
Nama Panggung: Pendeta Saifuddin Ibrahim
Tempat lahir: Bima, Nusa Tenggara Barat
Tanggal Lahir: 26 Oktober 1965
Pendidikan: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Fakultas/Jurusan: Fakultas Ushuluddin
Jumlah Anak: 4 Orang
Pindah ke Kristen: Tahun 2006. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/saifuddin-ibrahim.jpg)