Ulah Geng Motor
Waspada Aksi Geng Motor Kembali Beraksi di Barombong, Korbannya Kini Cacat Seumur Hidup
Dua orang warga Desa Galesong Kota, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjadi menjadi korban.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TAKALAR.COM - Hati-hati melintas di perbatasan Takalar-Makassar.
Pasalnya, aksi geng motor kembali marak terjadi.
Dua orang warga Desa Galesong Kota, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjadi menjadi korban.
Korban bernama Rahmatullah (25) tahun, pekerjaan wiraswasta.
Dan seorang rekannnya bernama Sony (25) tahun.
Tangan Rahmatullah nyaris putus akibat ditebas samurai oleh pelaku.
Sedangkan, teman boncengannya yang diketahui bernama Soni, terkena busur bagian paha.
Dari informasi dihimpun, kedua korban diduga diserang sekelompok geng motor yang sementara melakukan penyerangan terhadap warga Desa Aeng Towa, kecamatan galesong Utara, pada Minggu (12/03) sekira pukul 22:30 Wita.
Teman korban, Djabal, menjelaskan ketika itu Rahmatullah berboncengan dengan Sony hendak menuju Kota Makassar.
Hanya saja, keduanya memutar balik lantaran tidak memakai helm ketika berada di sekitaran Jl Poros Tanjung Bunga-Barombong.
Keduanya pun memutar balik untuk mengambil helm ke Galesong.
Menurutnya, saat tiba di perbatasan Takalar-Makassar, tepatnya di Desa Aeng Towa, kedua korban melihat beberapa motor yang sudah dalam kondisi terjatuh tanpa ada pemiliknya.
Kedua korban yang berboncengan itu, hendak mencari jalan lainnya dengan harapan terhindar dari aksi penyerangan sekelompok geng motor tersebut.
Namun naasnya, baru berjalan sekira 50 meter, kedua korban dihadang oleh sekelompok orang yang sembunyi di bawah got.
Seketika, seorang pelaku mengagungkan senjata tajam untuk menebas korban.
Namun Korban atas nama Rahmatullah lansung menangkis dan memegang senjata tajam tersebut.
Takut senjata tersebut di rebut oleh korban, pelaku pun menarik senjata tajam itu, hingga membuat tangan korban terbelah.
Sementara Sony rekan korban, juga terkena busur.
Kini Rahmatullah dirawat di rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Dikabarkan tangan korban tangannya sudah di amputasi.
Sementara Sony, sudah pulang karena hanya mengalami luka ringan.
Kasat Reskrim Polres Takalar yang dikonfirmasi belum merespon.
Sebelumnya, Waspada. Kawanan geng motor kembali berulah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Tepatnya, di RW 4 Bonto Kapetta, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu (13/3/2022) dini hari.
Penyerangan kawanan geng motor dekat batas Makassar - Takalar itu mengakibatkan seorang pengendara, Rahmatullah (26) mengalami luka serius.
Sebelumnya diberitakan, Kawanan geng motor kembali berulah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Tepatnya, di RW 4 Bonto Kapetta, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu, dini hari.
Penyerangan kawanan geng motor dekat batas Makassar-Takalar itu, mengakibatkan seorang pengendara bernama Rahmatullah (26) mengalami luka serius.
Tangan kiri pengendara asal Takalar itu, nyaris terputus akibat ditebas samurai oleh pelaku.
Rahmatullah yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, pun tangan kirinya harus diamputasi.
Selain Rahmatullah, teman boncengannya yang diketahui bernama Soni, terkena dibusur atau terkena anak panah di bagian paha.
Informasi yang diperoleh, keduanya menjadi korban kawanan geng motor itu saat melihat dua pengendara motor terkena anak panah busur sebelumnya.
Rahmatullah dan Soni yang hendak menolong korban justru diserang para pelaku.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian itu.
"TKP perbatasan Makasar dengan Takalar. Untuk penyerangan gunakan parang masuk Takalar dan pembusuran masuk Makasar," kata Kombes Pol Budhi Haryanto kepada tribun, Senin (14/3/2022) siang.
Pihaknya mengaku tengah berkoordinasi dengan Polres Takalar untuk mengungkap para pelaku.
"Sekarang sudah koordinasi dengan Polres Takalar untuk ungkap dan tangkap pelakunya," ujarnya.
Namun, demikian orang nomor satu di jajaran Polrestabes Makassar itu, enggan menyebut pelaku sebagai kawanan geng motor.
"Bukan geng motor tapi kelompok pemuda yang masih kita lidik identitasnya," jelas Budhi.
Terpisah salah satu warga di sekitar lokasi kejadian Daeng Kulle, yang ditemui mengatakan, aksi penyerangan geng motor itu bukan kali pertama sebulan terakhir.
"Sudah tiga kali ini terjadi. Pertanya itu ada rumah warga diserang, nalempari batu. Terus kedua ada yang kena busur, ketiganya inimi yang diparangi pakai samurai," ungkap Daeng Kulle.
Ia pun berharap agar pihak kepolisian lebih tanggap dan intens menggelar patroli agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Laporan kontributor TribunTakalar.com, Sayyid Zulfadli