Bincang Kota Tribun Timur
Kabar Baik, Disnaker Ungkap Warga Makassar Berpeluang Kerja di Industri Tambang Marowali
Menyambut hal tersebut, Disnaker di tahun 2022 ini sedang menggagas Makassar sebagai pusat kota pelatihan alat berat.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar sedang menjajaki peluang tenaga kerja Makassar terserap di industri tambang Marowali, Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Makassar Nielma Palamba mengatakan, ia telah melakukan kunjungan kerja di daerah tersebut dan mendapat respon yang baik dari pemerintah setempat.
"Sangat besar (peluang) karena saat kunjungan di Marowali kami menjajaki kemungkinan tenaga kerja terserap di sektor pertambangan," ucap Nielma dalam Program Bincang Kota Tribun Timur, Senin (14/3/2022).
Kata Nielma, di sana perusahan tambang menggeliat dan butuh operator alat berat.
Menyambut hal tersebut, Disnaker di tahun 2022 ini sedang menggagas Makassar sebagai pusat kota pelatihan alat berat.
SDM harus dibina dengan baik kata dia, diberi pelatihan agar kompetensinya berkualitas dan bisa terserap dengan mudah.
"Kalau sudah dikasi pelatihan kita kirim di sana dan diusahakan dapat surat izin operasi (SIO) alat berat," jelasnya.
Di era sekarang ini kata Nielma, butuh penyesuaian kebutuhan kompetensi dari perusahaan untuk membentuk tenaga kerja yang profesional.
Dalam hal ini melakukan asesmen terkait apa yang menjadi kebutuhan perusahaan.
Setelah dipetakan maka disiapkanlah tenaganya, melalui pelatihan dengan sertifikasi sebagai jaminannya.
"Apa yang dibutuhkan perusahaan, Pemkot harus siapkan sehingga produktivitas perusahan juga meningkat," tuturnya.
Karena masalah yang dihadapi sejauh ini, kompetensi tenaga kerja sangat rendah, sehingga harus dilatih.
Para calon tenaga kerja harus peka dengan kebutuhan dunia usaha.
Nielma manaruh harapan besar kepada para anak muda atau millenial yang sangat cakap dengan teknologi bisa melakukan penyesuaian.
Bahkan mereka berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.
Misalnya, membuat usaha skala UMKM, paling tidak bisa menghidupi diri sendiri dan menciptakan lapangan kerja bagi tenaga kerja lainnya.
Anak muda besar potensinya jadi wirausaha handal.
"Anak muda punya skill dan harus dikembangkan, yang paling penting sesuai dengan kebutuhan dan pemetaan pasar," pungkasnya.(*)