Opini

Supersemar Gubernur Tanpa Wakil, Lembaran Kelam Sejarah Pemerintahan Sulsel

ANDI Sudirman Sulaiman, Kamis sore, 10 Maret 2022, dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi

Editor: Edi Sumardi
SETWAPRES/JERI WONGIYANTO
Pelantikan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/3/2022) kemarin. 

Andi Suruji

Jurnalis senior dan Pemimpin Umum Tribun Timur

ANDI Sudirman Sulaiman, Kamis sore, 10 Maret 2022, dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan.

Sebelum pelantikan, ia terlebih dahulu menerima surat keputusan tentang penugasannya sebagai gubernur.

Surat keputusan penugasan, pengangkatan, atau apa pun namanya, itu yang saya sebut Supersemar: surat perintah sepuluh Maret.

Ya begitu dia menerima surat keputusan itu, perintah negara jelas dan tegas agar Sudirman melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Politisi Partai Demokrat, yang juga Ketua Komisi A DPRD Sulsel, yang antara lain membidangi pemerintahan, Selle KS Dalle, sangat cerdas memilih kosa kata, diksi untuk peristiwa itu.

Ia menilai peristiwa ini sebagai catatan sejarah kelam pemerintahan Sulsel.

Bukan karena gubernur tanpa wakilan sich yang dia ingin katakan sebagai lembaran kelam sejarah pemerintahan Sulsel.

Juga karena semula pemimpin pemerintahan ini utuh dengan wakil.

Lalu gubernurnya, Nurdin Abdullah harus berhenti di tengah jalan, lantaran terjerat pasal-pasal hukum korupsi.

Bukan saja berhenti, Nurdin Abdullah pun harus mendekam dalam penjara.

Kekelaman ini sungguh pekat.

Lebih menyayat ketimbang persoalan pemerintahan dijalankan dengan gubernur tanpa wakil.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved