Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

8 Mahasiswa Ditetapkan Tersangka, Setelah Keroyok Polisi Saat Demo di Depan DPRD Makassar

Pengeroyokan tersebut terjadi di depan kantor DPRD Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Senin (7/3/2022) siang.

Penulis: Wahyudin Tamrin | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/MUSLIMIN
Unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappicini, diwarnai kericuhan, Senin (7/3/2022) siang.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Budhi Haryanto telah mengamankan 8 tersangka yang mengeroyok polisi saat unjuk rasa.

Pengeroyokan tersebut terjadi di depan kantor DPRD Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Senin (7/3/2022) siang.

Kombes Pol Budhi Haryanto mengatakan, dalam dua hari ini, pihak kepolisian telah mengamankan 8 tersangka pelaku.

"Tiga kita tangkap dan 5 menyerahkan diri," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (9/3/2022).

Sebelumnya diberitakan, unjuk rasa yang berakhir ricuh itu melibatkan mahasiswa PMII Komisariat Talasalapang Cabang Makassar dan aparat kepolisian.

Dalam rekaman video yang diperoleh, kericuhan bermula saat mahasiswa membakar ban di badan jalan.

Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan yang diantaranya terkait kelangkaan minyak goreng.

Seorang personel Sabhara yang tengah mengawal aksi unjuk rasa itu, pun mengambil ban tersebut.

Keduanya pun terlibat saling tarik ban, hingga adu jotos pun tidak terhindarkan.

Kordinator Lapangan dalam aksi unjuk rasa itu, Sukardi menyebut, terdapat seorang temannya yang mengalami luka akibat terkena pukulan.

"Aksi kekerasan diterima mahasiswa saat mereka dipaksa untuk membubarkan diri dari aksi damai," kata Sukardi dalam keterangan tertulis yang diperoleh.

Hal itu kata Sukardi, membuat suasana menjadi ricuh dan aparat mendorong mahasiswa ke pinggir jalan.

"Bahkan dalam aksi adu mulut, oknum polisi dari Polsek Rappocini dan Polrestabes Makassar melayangkan pukulan terhadap mahasiswa dengan cara menendang dan memukul sahabat kami atas nama Rafli," ucapnya.

Akibatnya, kata dia, Rafli yang merupakan kader PMII Makassar mengalami luka robek di bibir.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando KS menyebut terdapat dua personel kepolisian yang juga luka akibat kericuhan itu.

Kata Lando, kedua anggota polisi berinisial Bripka R dan Aipda N itu dikeroyok saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa.

"Iya benar ada anggota dari Polsek Rappocini dan anggota dari Sat Intelkam Polrestabes Makassar, sekarang menjalani perawatan," kata Lando kepada wartawan.(*)

Laporan wartawan Tribun Timur, Wahyudin Tamrin
 
 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved