Pelantikan Gubernur Sulsel
Elite Demokrat Sulsel Curiga, Ada Skenario Ulur Pelantikan Gubernur Sulsel di Atas 5 Maret 2022
Jika Andi Sudirman dilantik di atas tanggal 5 Maret 2022, maka posisi Wagub Sulsel dipastikan kosong hingga akhir masa jabatan Prof Andalan.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi A DPRD Sulsel Selle KS Dalle menduga ada skenario pelantikan Gubernur Sulsel definitif di atas tanggal 5 Maret 2022.
Jika Andi Sudirman dilantik di atas tanggal 5 Maret 2022, maka posisi Wagub Sulsel dipastikan kosong hingga akhir masa jabatan Prof Andalan.
Sejauh ini, DPRD Sulsel belum menerima penyampaian resmi kapan pelantikan Andi Sudirman Sulaiman jadi gubernur definitif.
"Sepertinya memang ada upaya untuk mengulur-ulur waktu pelantikan, agar diundur melewati 5 Maret sehingga posisi Wagub akan kosong," kata Selle kepada wartawan Rabu (2/3/2022).
Selle mengatakan, ada isu liar berkembang bahwa pelantikan Andi Sudirman akan digelar antara 7 atau 8 Maret.
Namun sejauh ini DPRD Sulsel belum menerima kabar secara resmi melalui persuratan kapan pelantikan digelar.
"Sampai saat ini belum ada jadwal pelantikan. Tapi desas desusnya kami dengar antara tanggal 7 atau 8 Maret," kata Selle.
Sejauh ini DPRD Sulawesi Selatan telah mengirimkan surat hasil paripurna kepada Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Dalam Negeri Selasa (25/1/2022) hari ini.
Hasil paripurna dikirim sebagai bagian dari tahapan pengangkatan Andi Sudirman Sulaiman jadi gubernur definitif oleh Presiden Jokowi.
Dengan pengiriman administrasi itu DPRD Sulsel telah menunaikan tugasnya. Bola kini ada di tangan Kemendagri.
Satu bulan berlalu, belum ada kabar pelantikan Andi Sudirman Sulaiman.
"Sepertinya memang sengaja dipersiapkan bahwa pemimpinnya tunggal. Dia lebih memilih menjadi super man, dibanding super team," katanya.
Politisi Demokrat ini pun menyayangkan bila memang Sulsel hanya dinahkodai oleh pemimpin tunggal. Padahal sebanyak 24 kabupaten/kota akan lebih baik dipikirkan oleh dua kepala.
"Masyarakat Sulsel ini menjalani saja takdirnya, bahwa ternyata ada satu masa dimana pemimpinnya tidak lengkap," tutup Selle.
Sebelumnya diberitakan, DPRD Sulsel telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri mempertanyakan mekanisme pengisian Wakil Gubernur Sulawesi Selatan ke depan.