Unhas
Diskusi Bareng Guru Besar dan Rektor, Prof JJ Urai Strategi Unhas Jadi Universitas Kelas Dunia
Rektor Unhas terpilih, Prof Jamaluddin Jompa menargetkan Universitas Hasanuddin ranking 2 nasional dan 72 internasional
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Bersama pihak swasta, Unhas bekerja sama dengan berbagai industri, NGO dan filantropis.
Sedangkan di luar negeri, akan dilakukan optimalisasi pada grant international seperti USAID, EU, DFAT, JICA, Bank dunia, ABD, Newton Fund dan Perguruan Tinggi luar negeri
"Untuk memperluas kolaborasi riset dan inovasi internasional, misalnya nanti 50 persen dosen Unhas bisa berinteraksi dengan universitas yang masuk dalam 100 besar QS-Rank by subject," ucapnya.
Baca juga: Wakil Dekan III FISIP Unhas Hasrullah Jadi Pengarah dan Konsultan KKN Kebangsaan di UPR
Baca juga: Cerita Prof Jamaluddin Jompa Bercita-cita Keliling Dunia, Kini Jadi Guru Besar Ahli Biologi
Terakhir, Prof Jamaluddin Jompa menyampaikan targetnya membawa Unhas pada peringkat 2 secara nasional dan 72 pada level internasional.
Rektor Unhas Terpilih
Prof Jamaluddin Jompa tak menyangka bisa terpilih jadi Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2022-2026.
Prof Jamaluddin berhasil mendapatkan 11 suara di Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas.
Pemungutan suara berlangsung di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kamis (27/1/2022).
Sementara itu, dua lawannya, Prof Budu mendapatkan 9 suara dan Prof Farida 5 suara.

Ditemui usai pemilihan, Prof JJ, sapaan akrabnya bersyukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan.
“Pertama tentu rasa syukur karena diberi amanah dan dipercaya dengan proses yang panjang, mulai dari penjaringan sampai pemilihan,” kata Prof JJ.
“Saya rasa itu suatu kesyukuran yang harus saya sadari bawah itu bukan hanya usaha saja, tapi anugrah Allah SWT,” sambungnya.
Awalnya, pria kelahiran Takalar, 8 Maret 1967 itu tidak membayangkan bisa terpilih jadi Rektor Unhas.
Bahkan, ia mengaku telah mempersiapkan diri tidak menang dalam perebutan kursi 01 di Kampus Merah, sebutan Unhas.
“Dari awal saya bilang ke teman-teman wartawan, saya sebenarnya lebih siap untuk tidak menang. Sehingga saya sudah mempersiapkan diri untuk tidak menang tapi karena ditakdirkan untuk menang, maka justru saya tidak siap untuk berekspresi,” jelasnya.