Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Covid 19

Masih Bisa Terinfeksi, Ini Beda Gejala Omicron pada Pasien yang Sudah Vaksin Covid-19 dan Belum

Perbedaan terbesar antara orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi bukanlah pada jenis gejalanya, tetapi pada tingkat keparahan gejalanya.

Editor: Hasriyani Latif
SHUTTERSTOCK/solarseven
Ilustrasi vaksin Covid-19 

- pilek;

- sakit kepala;

- kelelahan (baik ringan atau berat);

- bersin;

- sakit tenggorokan.

Sementara itu, dokter pertama di Afrika Selatan yang mendeteksi varian Covid-19 Omicron, Angelique Coetzee mengatakan, pasien yang terkena varian Omicron bergejala ringan.

Keluhannya dari pasien Covid-19 Omicron adalah merasa capek selama satu atau dua hari, kemudian sakit kepala, badan terasa sakit, dan tenggorokan serak.

Namun, tak ada gejala batuk-batuk dan tidak kehilangan indra penciuman maupun indra perasa.

Baca juga: 11 Gejala Seseorang Terinfeksi Varian Omicron, Ada Sesak Napas dan Diare

Baca juga: Makassar Sumbang 1.837 Kasus Covid Selama Sepekan di Sulsel, Didominasi Omicron?

"Keluhan yang disampaikan pasien (Omicron) biasanya adalah mereka merasa sangat capek selama satu atau dua hari."

"Gejala lain adalah, sakit kepala dan badan terasa sakit. Tenggorokan serak," kata Coetzee dalam wawancara dengan BBC, tahun lalu.

"Mereka tidak batuk-batuk, tidak juga kehilangan indra penciuman maupun indra rasa," katanya.

Diketahui, Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Sejak ditemukan pertama kali pada 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan akan terus meluas.

Di level nasional, pergerakan Omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved