Covid 19
Masih Bisa Terinfeksi, Ini Beda Gejala Omicron pada Pasien yang Sudah Vaksin Covid-19 dan Belum
Perbedaan terbesar antara orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi bukanlah pada jenis gejalanya, tetapi pada tingkat keparahan gejalanya.
TRIBUN-TIMUR.COM - Kasus covid-19 varian omicron di Indonesia kini semakin meningkat.
Selain disiplin protokol kesehatan (prokes), masyarakat juga diminta untuk melakukan vaksinasi covid-19 sebagai upaya peningkatan kekebalan tubuh.
Namun perlu diingat bahwa meski sudah menerima vaksin covid-19 lengkap, masyarakat tetap diminta untuk tetap mematuhi prokes.
Baca juga: Kementan Gelar Vaksin Booster, SYL: Bantu Pemerintah Putus Penyebaran Omicron
Baca juga: 11 Gejala Seseorang Terinfeksi Varian Omicron, Ada Sesak Napas dan Diare
Pasalnya tetap ada kemungkinan seseorang yang sudah divaksin terjangkit covid-19, termasuk varian omicron ini.
Kabar baiknya, seseorang yang telah menerima vaksin lengkap bila terkena covid-19 gejala yang dirasakan lebih ringan daripada mereka yang belum divaksin.
Lantas, apa saja perbedaan gejala terinfeksi omicron bagi orang yang sudah menerima vaksin dengan belum?
Profesor di New York University Meyers College of Nursing, Dr Maya N Clark-Cutaia, menjelaskan ada perbedaan antara pasien Omicron yang sudah divaksin dan yang belum divaksin.
Dikutip dari newsnationnow.com, orang yang divaksinasi memiliki sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam ketika terinfeksi Omicron.
Sementara pasien yang tidak divaksinasi lebih sering melaporkan batuk, sesak napas, dan gejala seperti flu.
Hal senada juga dikatakan Dr Judith O'Donnell, kepala penyakit menular di Penn Presbyterian Medical Center.
Pasien yang tidak divaksin datang ke rumah sakit dengan gejala pneumonia dan sesak napas.

Sebenarnya, perbedaan terbesar antara orang yang divaksinasi dan tidak divaksinasi bukanlah pada jenis gejalanya, tetapi pada tingkat keparahan gejalanya.
Demikian dikatakan Dr Peter Chin-Hong, ahli spesialis penyakit menular di University of California, San Francisco.
Menurut Chin-Hong, orang yang telah divaksin dan divaksin booster mengalami gejala yang lebih ringan dibanding yang tidak divaksin.
Chin-Hong menambahkan, orang yang divaksinasi dan divaksin booster mengalami gejala Omicron untuk periode waktu yang lebih singkat.