Kadis Kesehatan Makassar Positif Covid19

Giliran 18 Pegawai Dinsos Makassar Positif Covid-19

Paling banyak yang terpapar Corona di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS). Bermula dari Kabidnya, hingga menulari 13 staf di bidang tersebut.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
DOK TRIBUN TIMUR
Balai Kota Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Virus Corona di Kota Makassar semakin meningkat.

Penyebarannya sudah semakin meluas di kantor pemerintahan, di Pemkot Makassar misalnya.

Mulai dari pucuk pimpinan di Pemkot, Wali Kota Makassar Danny Pomanto dan Wakilnya Fatmawati Rusdi.

Kemudian 18 orang di Kantor Balai Kota, Kepala Bapenda Firman Hamid Pagarra, Kepala Dinas Kebudayaan Andi Herfida Attas.

Lalu 31 orang di Dinas Kesehatan termasuk Kepala Dinasnya, Nursaidah Sirajuddin.

Teranyar, 18 pegawai di Dinas Sosial juga dinyatakan positif covid-19.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Adi Novisa.

"Dari 51 yang di-swab 18 positif Covid," tuturnya.

Informasi ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Makassar, Aulia Arsyad.

Paling banyak yang terpapar Corona di bidang Usaha Kesejahteraan Sosial (UKS).

Selain Kabid, 13 pegawai lainnya juga terpapar Covid-19.

"Itu rata-rata dalam ruangan, memang harus kena matahari, karena staf disitu kan rata-rata operator, kerjanya dalam ruangan ber-AC," jelasnya.

Selain itu, ada juga di bidang lain yang terpapar covid, mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Meski virus corona telah menyerang beberapa pegawai, tetapi pelayanan di Kantor Dinas Sosial tetap berjalan.

"Kita agak susah kalau lockdown, pasti ada pelayanan warga yang urus KIS mislanya, nanti mereka butuh jadi yang positif saja yang isman (isolasi mandiri)," terangnya.

Hanya saja, pelayanan akan lebih diperketat. Dinsos Makassar hanya melayani warga yang telah menjalani vaksinasi.

Ada proses penyaringan, status vaskinasi masyarakat harus dicek sebelum masuk di pekarangan atau tempat pelayanan Dinsos.

"Sekarang kondisinya warga tidak bisa masuk pekarangan kantor dinas sosial kalau mau mengurus, di luar pagar, kalau sudah vaksin kedua baru boleh diizinkan masuk. Paling tidak kita bisa capai target lagi kalau mereka pergi vaksin dulu," ujarnya.

Ia mengaku, selama aturan tersebut berjalan, pelayanan di Dinsos berkurang, artinya masih banyak masyarakat yang belum menjalani vaksinasi.(Tribun-Timur.com)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved