Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Omicron

Puncak Omicron Diprediksi Terjadi Lebih Cepat, Pemerintah Sudah Susun Rencana

Berbagai negara melihat, kasus Covid-19 varian Omicron ini dari segi traffic akan memuncak lebih cepat.

Editor: Ansar
GOC
Pasien Covid-19 varian Omicron 

TRIBUN-TIMUR.COM - Warga diminta untuk tetap mewaspadai infeksi Covid-19 varian Omicron.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sudah prediksi puncak penyebaran Omicron tidak lama lagi.

Berbagai negara melihat, kasus Covid-19 varian Omicron ini dari segi traffic akan memuncak lebih cepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, meski Omicron akan lebih cepat menyebar, tetapi dari segi bandwidth atau amplitudonya lebih sempit.

"Ini yang tentu kita harapkan puncaknya di bulan Februari dan berharap di bulan Maret akan mulai melandai," ujarnya dalam acara "BRI Microfinance Outlook 2022", Kamis (10/2/2022).

Baca juga: 4 Gejala Omicron Paling Umum Dirasakan oleh Penderita Covid-19

Baca juga: Sebut Omicron Picu Gelombang Ketiga, Prof Taruna Ikrar Jangan Anggap Tidak Berbahaya

Dia menjelaskan, pemerintah dari sisi kesehatan akan terus mendorong kebijakan terkait pembatasan berbagai kegiatan.

"Termasuk, peningkatan PPKM level, terutama di teater perang di Jawa," kata Airlangga.

Karena itu, status PPKM di beberapa kota dinaikkan ke level 3.

Pemerintah akan terus mendorong pembatasan kegiatan hingga berujung terhadap pengurangan penularan kasus baru.

"Selain itu, untuk periode kali ini, pemerintah juga melihat faktor terkait dengan ketersediaan rumah sakit dan juga tingkat fatality rate," pungkasnya.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Prof. Abdul Kadir menuturkan, peningkatan kasus Covid-19 sangat signifikan akan terjadi dari hari ke hari. Per Rabu kemarin saja kasus harian Covid-19 mencapai 46.843.

Baca juga: Dirjen Yankes Prof Abdul Kadir Paparkan Cara Kemenkes Tangani Omicron

Baca juga: Isoman di Rumah? Simak Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Omicron Bergejala Ringan

Kemenkes menyebut, kenaikan kasus harian patut diwaspadai dalam 2-3 minggu ke depan. 

"Kita akan melihat dua sampai tiga minggu ke depan kemungkinannya akan terjadi peaknya, karena itulah maka tentunya kita semua harus mewaspadai terjadi kemungkinan peningkatan jumlah kasus yang besar," ujarnya.

Ia mengatakan, peningkatan kasus varian Omicron diprediksi 3 sampai 5 kali lipat daripada kasus saat gelombang varian Delta tahun lalu.

Meski demikian, masyarakat perlu mengetahui bahwa gejala-gejala yang ditimbulkan oleh Omicron ini itu tidak seberat gejala varian Delta, cenderunf ringan bahkan tanpa gejala.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved