Omicron
Perbedaan Gejala Omicron pada Anak-anak, Dewasa Hingga Lansia, 5 Gejala Paling Umum
Sementara 1.247 kasus adalah transmisi lokal, dan yang masih dalam pemeriksaan epidemiologi 253 orang.
Dokter paru di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Erlang Samoedro, mengungkapkan bahwa gejala Omicron pada anak-anak biasanya lebih ringan.
“Hanya mungkin kalau yang di anak itu biasanya lebih ringan dan jarang sampai yang gejala berat,” ujar dr. Erlang Samoedro saat dihubungi oleh Kompas.com, Senin (7/2/2022).
Erlang Samoedro juga menambahkan bahwa varian Omicron ini berbeda dengan varian sebelumnya, yaitu varian Delta.
Varian Omicron menyerang saluran pernapasan bagian atas sehingga gejalanya cenderung lebih ringan.
Selain itu, karena menyerang saluran pernapasan bagian atas, anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun dan terpapar varian Omicron biasanya akan mengalami gejala batuk yang terdengar keras.
Diberitakan dalam Kompas.com (28/01/2022) Ramagopal menyebutkan, varian Omicron menyebabkan infeksi saluran napas bagian atas yang menyebabkan batuk yang khas.
Baca juga: Danny Pomanto dan Taufan Pawe, Andi Ina Kartika Sari Positif Covid-19 di Hari Bersamaan, Omicron
Baca juga: Dirut RSUD Daya Sebut Hasil PCR Wali Kota Makassar Tak Dicurigai Omicron
Saluran atas pada anak-anak lebih sempit dari orang dewasa sehingga mengakibatkan gejala batuk keras.
Gejala Omicron pada orang dewasa dan lansia
Gejala pasien dewasa yang terpapar varian Omicron hampir sama yaitu pilek, sakit kepala, demam, kelelahan, dan sakit tenggorokan.
Adapun gejala berat varian Omicron bisa dialami oleh segala usia.
Hanya saja lansia yang terpapar varian Omicron berpotensi lebih besar mengalami gejala berat.
“Yang paling sering bergejala berat biasanya pada orang tua yang punya penyakit-penyakit lain dan komorbid yang berat juga,” jelas dr. Erlang Samoedro.
Penanganan pertama penderita varian Omicron
Meskipun bergejala ringan, penyebaran varian Omicron sangat cepat.
Dikutip dari laman Kemenkes, dr Nadia menyebutkan ada kemungkinan Indonesia akan menghadapi kenaikan kasus yang tinggi dalam 2 hingga 3 minggu ke depan.