Pasar Pakalu

Setahun Tak Pungut Retribusi dari Pedagang, Pemkab Maros Bakal Relokasi Pasar Pakalu di Bantimurung

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros, To Wadeng, Minggu (6/2/2022).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.VOM/NURUL
Kondisi Pasar Pakalu, Kecamatan Bantimurung, Maros 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, akan merelokasi Pasar Pakalu di Kecamatan Bantimurung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros, To Wadeng, Minggu (6/2/2022).

Pemindahan pasar ini dilakukan karena tingginya biaya retribusi yang dipungut dari para pedagang.

Baca juga: Harga Minyak Goreng Masih Mahal di Pasar Tramo Maros, Per Liter Rp 21 Ribu

Baca juga: Developer di Maros Wajib Sediakan 40% Ruang Terbuka Hijau di Perumahannya, Ada Sanksi Menanti?

"Biaya retribusi di Pasar Pakalu itu sekitar Rp 200 - 400 ribu perbulan. Sementara pasar lain yang dikelola oleh Pemda, biaya retribusi tertinggi itu hanya Rp 150 ribu jenis ruko lantai dua," ujarnya.

To Wadeng menyebutkan, Pemda Maros tak lagi menerima pungutan atas biaya retribusi pedagang Pasar Pakalu.

"Pemda sudah tidak menerima pungutan lagi sejak tahun yang lalu. Karena ketika kita menerima pungutan, itu akan membebani pedagang," sambungnya.

To Wadeng mengatakan, tingginya biaya retribusi tersebut dipicu akibat bangunan pasar tidak berdiri di lahan  milik Pemkab Maros.

"Kami sudah beberapa kali melakukan negosiasi bersama pihak TNI dalam hal ini Kodam XIV Hasanuddin sebagai pemilik lahan, namun sampai hari ini belum ada kejelasan,," sebutnya

Tak hanya itu, kondisi bangunan pasar pun sudah sangat memprihatikan.

"Kondisi pasar disana sudah sangat memprihatikan, bangunannnya sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan karena memang ada ketentuan ketika itu bukan aset Pemda, maka tidak kita lakukan perbaikan," jelasnya.

Ia menuturkan, pihaknya telah menerima perintah dari Bupati Maros untuk mencari alternatif lokasi pemindahan pasar.

"Sudah ada tiga opsi lokasi pemindahan pasar. Insyaallah dalam waktu dekat akan kami ajukan untuk permintaan pembebasan lahan," tuturnya.

To Wadeng juga menjelaskan, lokasi baru ini dipastikan masih berada di Kecamatan Bantimurung.

"Tiga lokasi tersebut dipastikan berada di dekat pasar sebelumnya hanya berjarak sekitar satu KM saja. Sebenarnya ada lokasi yang sangat strategis di belakang pasar, sayangnya itu sudah masuk Kecamatan Simbang," katanya.

"Kami estimasi kemarin untuk pemindahan lahan saja, Rp 2-3 miliar. Karena lahan di daerah tersebut harganya cukup tinggi. Untuk pembangunan pasar, kami upayakan meminta bantuan ke Kementerian Perdagangan," jelasnya.

Ia pun menagetkan relokasi Pasar Pakalu akan rampung tahun depan. 

"Agak berat untuk tahun ini karena proses pembebasan lahan sudah kami siapkan, otomatis pembangunan paling cepat tahun depan," tutupnya. 

Ia mengatakan ada sekitar 700 pedagang yang berjualan di Pasar Pakalu ini.

"Dari informasi kepala pasar, ada 700 pedagang di Pasar Pakalu ini. Pedagang ini menjual kebutuhan sehari-hari," imbuhnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved