Rp1 Miliar 1 Desa
Gegara Program Rp1 Miliar 1 Desa, Lutim Diganjar Penghargaan Bank Indonesia
Hadir Bupati Luwu Timur, Budiman dan Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Usman Sadik serta seratus peserta lintas sektor.
Penulis: Ivan Ismar | Editor: Muhammad Fadhly Ali
TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur Rp1 Miliar 1 Desa mendapat apresiasi dari Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Saya sangat senang ternyata Bupati Luwu Timur punya program menggelontorkan dana Rp 1 miliar 1 desa," kata Deputi Direktur BI Sulsel, Sani Eka Duta.
Disampaikan Sani pada diseminasi joint research pembangunan inklusif Kabupaten Luwu Timur "optimalisasi sektor pertanian sebagai basis ekonomi Luwu Timur", Senin (23/1/2022).
Diseminasi di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.
Hadir Bupati Luwu Timur, Budiman dan Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Usman Sadik serta seratus peserta lintas sektor.
Manajer dan Asisten Manajer BI Sulsel, Muhammad Aliy Abdulloh, Aisyah Tika dan Andhieka Risma serta Ketua Tim Peneliti, Anas Iswanto Anwar dan anggotanya.
"Ini (Rp 1 miliar 1 desa) bisa diperuntukan untuk mendorong lebih cepat lagi pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan di desa," ujar Sandi.
Sandi juga menyarankan agar penyerapan tenaga kerja bisa lebih difikirikan, bisa dengan cara menciptakan bisnis baru di Kabupaten Luwu Timur.
"Kemudian bagaimana caranya meningkatkan produktifitas di sektor pertanian," kata Sandi.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Budiman mengatakan, akan membuat kebijakan, berdasarkan hasil informasi BPS, dimana mengalami (Luwu Timur) kelambatan di sektor pertanian.
"Kalau ini kita urus ya 66 ribu sampai 70 ribu orang yang hidup di sektor pertanian secara langsung ini bisa terlayani dengan baik untuk itu saya berharap kita harus percaya hasil riset dan penelitian," ucap Budiman.
Lebih lanjut, Sani menjelaskan sebagai ekonomi terbesar ke-4 di Sulsel dan kontributor terbesar ekonomi di Luwu Raya, perekonomian
Kabupaten Luwu Timur konsisten tumbuh positif dalam 7 tahun terakhir.
Dimana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di daerah mencapai Rp16,26 triliun pada tahun 2020.
Meski memiliki share 40,89 persen terhadap ekonomi Luwu Raya, pangsa ekonomi Luwu Timur di Sulsel masih berada dibawah 5 persen.
"Sehingga masih sangat potensial untuk ditingkatkan kedepan," katanya.
Selama ini, perekonomian Luwu Timur didominasi oleh Lapangan Usaha (LU) pertambangan dan penggalian.
LU pertambangan dan penggalian memiliki share hingga 52,83 persen terhadap PDRB Luwu Timur, atau 48,73 persen dari LU pertambangan Sulsel.
Walaupun memiliki potensi tambang nikel yang besar, LU pertambangan memiliki tren pertumbuhan yang cenderung menurun.
Selain itu, LU pertambangan juga relatif menyerap tenaga kerja lebih rendah jika dibandingkan dengan LU pertanian.
Disisi lain, LU pertanian, kehutanan dan perikanan memiliki share terbesar kedua di Luwu Timur dan perlu dikembangkan.
Pertanian memiliki pangsa 19,54 persen terhadap ekonomi Luwu Timur, atau hanya setengah dari pangsa LU Pertambangan.
Sebagai sentra produksi tabama dengan potensi pertanian yang besar, pangsa pertanian Luwu Timur di Sulsel juga masih dibawah 5 persen.
Selain itu, patut dicermati pula bahwa LU pertanian Luwu Timur terus menunjukkan tren penurunan pertumbuhan selama 6 tahun terakhir.
Oleh sebab itu, peningkatan LU pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Luwu Timur potensial, sekaligus sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan LU utama di Sulsel yang inklusif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, upaya peningkatan ekonomi Lutim melalui sumber pertumbuhan ekonomi baru membutuhkan dukungan peningkatan investasi. Selama ini, investasi masih didominasi oleh sektor primer (pertambangan).
Lebih lanjut, Sani mengatakan Luwu Timur punya peluang dan tantangan perekonomian kedepan.
Pada basis sektor pertanian, khususnya perkebunan menjadi sektor utama penopang
ekonomi Luwu Timur selain pertambangan.
Serta bonus demografi yang mana Luwu Timur memiliki tren IPM yang terus meningkat sebagai dukungan untuk pengembangan potensi ekonomi baru.(Tribun-Timur.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/fadhly24012022-2.jpg)