Opini Tribun Timur
Data dan Industri Digital
Data adalah Fakta. Fakta dapat diverifikasi dengan panca indera atau dikuantifikasi menjadi angka-angka.
Syamsu Alam
Kaprodi Bisnis Digital FEB UNM
Data adalah Fakta. Fakta dapat diverifikasi dengan panca indera atau dikuantifikasi menjadi angka-angka.
Faktaya setiap revolusi selalu melahirkan pemain baru, dan meninggalkan pemain lama.
Pemain lama membutuhkan waktu yang lama, agar dapat beradaptasi dengan pemain baru.
Hanya esensi revolusi yang abadi, perubahan dan Transformasi. Hal yang paling menarik diperhatikan adalah apa tujuan perubahan?, kemana arah transformasi? dan bagaimana menghadapinya?
Perubahan berbeda dengan transformasi. Perubahan bisa diandaikan seperti proses pergantian kulit ular.
Sedangkan transformasi dapat diandaikan dengan proses ulat menjadi kupu-kupu dewasa.
Dalam transformasi selain ada perubahan kuantitas, juga terjadi perubahan kualitas. Revolusi selalu melahirkan kedua hal tersebut.
Ada aktor yang hanya berubah seperti berubahnya kulit ular, atau sekadar seperti bunglon, yang perubahannya sangat adapatif sekadar bisa diterima dengan lingkungan baru.
Ada aktor yang benar-benar menjadi pemain baru dalam kontestasi pasca sebuah revolusi atau perubahan besar.
Bagaimana dengan ‘Industri lama’ dan Industri digital sebagai aktor baru dalam dunia industri.
JALAN NINJA
Fenomena Ghozali mungkin menjadi berita luar biasa bagi sebahagian besar orang, namun biasa-biasa saja bagi yang lain.
Ghozali yang berhasil meraup keuntungan hingga miliaran rupiah di salah satu aset investasi turunan kripto.
Cryptocurrency beserta variannya adalah contoh revolusi jalan ninja yang akan memengaruhi aspek kehidupan lainnya.
Sebelum Ghozali Everyday menjadi trending, ia pasti merasakan kesendirian, efikasi diri, konsistensi dan kesabaran mengupload foto setiap hari.
Ia tentu belajar tentang ekosistem Cryptocurrency, minimal ekosistem Opensea.
Boleh jadi persis seperti transformasi diri seekor kupu-kupu, dari ulat menjadi kepompong, hingga menjadi kupu-kupu dewasi yang bisa terbang bebas.
Proses transformasi dari berdiam, melata, terbang. Hal yang sama kerap terjadi pada pendatang baru, awalnya disepelekan, lalu didiskusikan, dan akhirnya diadaptasi.
Satosi Nakamoto contoh sukses membangun jalan ninja, menghadirkan Bitcoin.
Cryptocurrency ibarat anak yang tidak diharapkan lahir oleh komunitas keuangan internasional yang sudah asik menikmati manfaat atas kontrol keuangan global. Cerita horor di awal kemunculan Bitcoin, yang memaksa kepolisian Federal AS memeriksa siapapun yang namanya ada Satosi, Nakamoto.
Bitcoin sebagai antitesa dari uang fiat, bukan kali pertama mata uang Bank Sentral menghadapai kritikan.
Ekonomi liberal, khususnya mazhab Austria telah lama mengkritik kompetensi dan keandalan Bank sentral mengendalikan dan mengatur peredaran uang (Hayek, 1990).
Mazhab Autria yang mempromosikan desentralisasi keuangan, dan bisa saja desentralisasi kewenangan. Mazhab ini juga bukan mainstream dalam ekonomi. Ia kerap menempuh jalan ninja.
BISNIS TERSEMBUNYI
Nilai data bisa sangat kompleks tergantung konteksnya. Data sebagai intangible asset (aset tak berwujud). Kompleksitas data karena melibatkan banyak pihak, banyak sektor, banyak institusi.
Dari data pribadi, data publik, data rahasia, dan seterusnya. Google dan Facebook menjadi perusahaan besar karena bisnis data.
Bisnis data memang tidak populer. Hanya yang bisa mengakses dan mengetahui nilainya yang dapat mengambil manfaat dari data dan melahirkan model bisnis baru.
Beberapa karakteristik model bisnis baru tersbut adalah: berbasis informasi, transaksi lintas negara (delocation), model bisnis langsung ke pasar, anonimitas, dll. Model bisnis tersebut melahirkan efek lain seperti manipulasi data, hyper reality, dan misinterpretasi (kominfo, 2017)
Kehadiran model bisnis baru tersebut melahirkan permasalahan baru baik bagi pemerintah maupun individu.
Bagi pemerintah seperti, ketidakjelasan objek pajak dan subjek pajak, massifnya underground economy (transaksi yang tidak tercatat data keuangannya di otoritas), statuta negara sebagai teritorial hukum NKRI.
Akibat pada tingkat individu seperti penipuan e-commerce, investasi bodong, skam, keamanan transakasi, dan keamanan data pribadi yang bisa saja diperjualbelikan tanpa sepengetahuan kita.
Bahaya yang lebih mengancam adalah belum ada database untuk semua transaksi digital data pribadi yang telah dikumpulkan oleh berbagai aplikasi start-up.
Apabila semua data-data pribadi dan transaksi kita selama 24 jam berlangsung selama sebulan, setahun, maka dengan mudah mesin pintar (artificial intelegence) akan memetakan dan memprediksi perilaku kita, bahkan yang lebih berbahaya adalah jika kehidupan kita dipandu dan diarahkan oleh mesin tersebut, melalui algoritma.
Melalui mekanisme inilah, selera kita dikendalikan, konsumsi, jenis hiburan, jenis bacaan sampai pada standar kebenaran dikostruksi oleh sebuah mesin.
Dan hal tersebut dianggap sebagai model bisnis baru. Lalu masih adakah kesempatan bagi konsumen untuk memilih selain yang ditawarkan produsen?
Tentu selalu ada jalan alternatif.
Data seperti minyak atau bahan mentah tambang lainnya yang dapat bernilai tinggi jika dikelola dengan baik.
Rantai nilai data, dari data mentah, proses data, integrasi data, analisa data, pengetahuan baru, perilaku baru, dan potensi nilai dari data.
Potensi prediksi, preskripsi, diagnosis untuk melahirkan tindakan yang tepat.
Bagi pemerintah yang memiliki kedaulatan wilayah dan warga negara dapat mengoptimalkan potensi aparatusnya.
ASN yang diseleksi ketat, dapat menjadi tenaga kerja dalam rantai nilai Pemerintahan Digital.
Dalam skala yang lebih kecil konsep ‘Smart City’ berpotensi melahirkan Data Digital City, yang bermuara pada industri digital. Prasyarat kesuksesan di bidang ini adalah transformasi digital mindset dan transformasi digital yang serius dan konsisten.
Data bukan lagi sebagai daya dukung dalam sebuah fungsi produksi, tetapi Data As Capital (DAC), Data As Labor (DAL), dan Data As a Service (DaaS). Bisakah industri data digital ini meningkatkan kesejahteraan? Bisa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamsu-alam-pegiat-di-liberal-studi-praxis-dosen-fe-unm-1.jpg)