Keindonesiaan
100 Tahun Sudjatmoko
BEBERAPA Intelektual di Jakara memperingati 100 tahun Dr.Sudajamoko, 10 Januari 2022 lalu.
Menjawab pertanyaan tentang apa pertama-tama dilakukan jika ia menjadi Rektor Univ.PBB, Sudjatmoko antara lain berkata, “Saya membayangkan universitas bisa dijadikan pusat dimana dilakukan penerobosan dalam berbagai bidang.
Misalnya saya mengundang dari berbagai tempat di dunia ahli AGAMA yang lebih mendasarkan pandangannya kemasa depan daripada bertumpu semata-semata kemasa silam.
Disana mereka diminta menuliskan pikira-pikirannya, kemudian dibicarakan bersama. Mereka bukan hanya berseminar, tetapi berintegrasi.”
Dr Soedjamoko memperingatkan bahwa sementara masalah-masalah dunia tak lagi bisa dijawab oleh ideologi-ideologi besar, ilmu, dan tekologi seolah-seolah telah lepas dari kontrol manusia.
Sehingga manusia terlempar pada diri sendiri dan dihadapkan pada pertanyaan tentang nilai-nilai moral dan persepsinya tentang makna kehidupan ini.
Dimana-mana, manusia mencari jawaban dibidang agama dan spiritual.
Namun menurut Soedjamoko, bila agama-agama, tidak berhasil menjawab masalah-masalah moralitas sosial, yang gawat sekarang ini, yaitu masalah kemiskinan, kependudukan, keadilan sosial dan hak-hak azasi, serta tak mampu menaklukkan ilmu dan teknologi, maka sangat boleh jadi akan terjadi kekacauan yang sangat besar di dunia, termasuk koflik didalam dan diantara agama-agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anwar-arifin-andipate_20151215_202758.jpg)