Angin Puting Beliung
Plt Gubernur Sulsel Instruksi BPBD Beri Bantuan Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merespon cepat bencana angin puting beliung yang melanda Kota Makassar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) merespon cepat bencana angin puting beliung yang melanda Kota Makassar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) memberi bantuan bagi korban bencana.
Dari data Pusdalops BPBD Kota Makassar, hujan disertai angin kencang terjadi di Makassar.
Akibatnya, tiga rumah rusak diterpa angin puting beliung di Jalan Raya Baruga Kampung Baruga, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Selasa siang (18/1/2022).
Tiga rumah yang rusak itu dengan jumlah 3 KK atau 15 jiwa.
Selain itu, satu unit rumah warga di Jl Pampang 04 Lr.5 RW.002, RT. 003, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang juga terdampak angin puting beliung.
Musibah ini terjadi sekira pukul 11.40 WITA, Selasa (18/1/2022).
Dalam rumah tersebut ada 1 KK dengan tiga anggota keluarga.
"Tim BPBD Provinsi tengah mempersiapkan bantuan logistik pangan dan logistik shelter untuk korban terdampak angin puting beliung di Jalan Raya Baruga, Antang dan Pampang," ungkap Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Baca juga: Selain Antang, Kelurahan Pampang Juga Diterjang Angin Puting Beliung
Baca juga: Angin Putih Beliung di Beberapa Titik di Makassar, Siswa SMP 19 Antang Dipulangkan
Ia pun berharap, bantuan logistik ini dapat bermanfaat dan membantu warga terdampak bencana.
"Kehadiran pemerintah tentu untuk memastikan kesiapan logistik bantuan tepat sasaran dan dapat membantu korban terdampak," pungkasnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar telah mengeluarkan peringatan dini.
Baca juga: Breaking News: Angin Puting Beliung di Antang, Terbangkan 3 Atap Rumah Warga
Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky Yudha mengatakan, hasil monitoring perkembangan kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan indikasi adanya potensi peningkatan curah hujan di wilayah Sulsel.
Yudha menjelaskan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terpantau adanya pola pertemuan massa udara dan belokan angin di wilayah Sulsel.
Sehingga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan pada 18-20 Januari 2022.
“Selain itu hasil analisis perkembangan musim hujan hingga Dasarian I Januari 2022 menunjukkan bahwa 75,0 persen zona musim di Sulawesi Selatan sudah memasuki musim hujan,” paparnya.
Cuaca ektrem ini akan melanda sejumlah daerah dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Berpotensi terjadi di Parepare, Soppeng, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, serta Kepulauan Selayar.
“Kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Luwu Utara, Sidenreng Rappang, Pinrang, Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng,” sambungnya.
Dengan kondisi ini, potensi angin kencang juga akan terjadi di pesisir barat, selatan, dan timur Sulawesi Selatan.
Gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan juga akan naik dengan ketinggian gelombang 1,25 sampai 2,5 meter.
“Ini akan berpotensi terjadi bencana alam. Misalnya di perkotaan terjadi banjir, di daerah lain tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang,” sebutnya.
Tentunya, hal ini juga akan berdampak pada keterlambatan jadwal penerbangan atau pelayaran, dan meluapnya area tambak budidaya.
Karena itu, masyarakat diharapkan selalu memerhatikan informasi dari BMKG. (*)