Angin Puting Beliung
Plt Gubernur Sulsel Instruksi BPBD Beri Bantuan Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merespon cepat bencana angin puting beliung yang melanda Kota Makassar.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sukmawati Ibrahim
“Selain itu hasil analisis perkembangan musim hujan hingga Dasarian I Januari 2022 menunjukkan bahwa 75,0 persen zona musim di Sulawesi Selatan sudah memasuki musim hujan,” paparnya.
Cuaca ektrem ini akan melanda sejumlah daerah dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Berpotensi terjadi di Parepare, Soppeng, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, serta Kepulauan Selayar.
“Kemudian hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Luwu Utara, Sidenreng Rappang, Pinrang, Bone, Sinjai, Bulukumba, dan Bantaeng,” sambungnya.
Dengan kondisi ini, potensi angin kencang juga akan terjadi di pesisir barat, selatan, dan timur Sulawesi Selatan.
Gelombang tinggi di perairan Sulawesi Selatan juga akan naik dengan ketinggian gelombang 1,25 sampai 2,5 meter.
“Ini akan berpotensi terjadi bencana alam. Misalnya di perkotaan terjadi banjir, di daerah lain tanah longsor, angin puting beliung, pohon tumbang,” sebutnya.
Tentunya, hal ini juga akan berdampak pada keterlambatan jadwal penerbangan atau pelayaran, dan meluapnya area tambak budidaya.
Karena itu, masyarakat diharapkan selalu memerhatikan informasi dari BMKG. (*)