Tribun Makassar
Lansia di Makassar Sudah Bisa Terima Vaksin Booster, Ini Syaratnya
Lanjut Usia (Lansia) di Makassar sudah bisa menerima vaksinasi booster.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lanjut Usia (Lansia) di Makassar sudah bisa menerima vaksinasi booster.
Vaksinasi booster yang diberikan kepada lansia sudah berjalan pekan ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin.
"Baru lansia sekarang, booster itu sudah jalan kemarin untuk lansia dosis lengkap," ucap Nursaidah Sirajuddin, Jumat (14/1/2022).
Baca juga: Kendaraan Pribadi di Makassar Bakal Kenakan Plat Putih, Kapan Diterapkan?
Baca juga: Hasdrian, Warga Malili Dapat Grand Prize 1 Unit Toyota Agya dari Kalla Toyota
Adapun syarat vaksinasi booster bagi lansia yakni minimal enam bulan pasca vaksinasi tahap kedua.
Adapun jenis vaksin booster yang diberikan adalah pfizer dan moderna.
"Sudah ada yang vaksin dibeberapa puskesmas, namun saya belum mengkalkulasi berapa jumlah yang ada, intinya mereka sudah melaksanakan booster," ujarnya.
Ida menjelaskan, warga usia 18 tahun ke atas belum bisa mendapatkan vaksinasi booster.
Karena persentase lansia yang sudah melakukan vaksinasi (tahap I dan II) belum mencapai 60 persen.
"Untuk masyarakat di atas 18 tahun belum bisa karena vaksinasi lansia masih di bawah target," ungkap dr Ida saat ditemui di Balaikota Makassar, Kamis (13/1).
Kata Ida, progres vaksinasi lansia baru dikisaran 48 persen. Masih ada sekitar 12 persen yang harus dikejar.
Jika vaskinasi lansia sudah menyentuh angka 60 persen, otomatis vaksinasi booster dan juga vaksinasi anak sudah bisa dilakukan.
"Jadi kita sekarang mengejar vaksinasi lansia 60 persen, kapan terkejar bisami kita lakukan vaksinasi anak dan bisa non lansia kita booster," jelasnya.
Dia melanjutkan, sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk ketersediaan vaksin booster.
"Khusus untuk Sinovac, sekarang tidak boleh lagi dipakai untuk dosis 1, untuk dosis dua saja karena kita sudah kekurangan logistik untuk Sinovac," katanya.