Tribun Gowa

Pemkab Gowa-Bulog Makassar Bakal Salurkan Beras untuk ASN

Pemkab Gowa bakal melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perum Bulog Makassar untuk penyaluran beras untuk ASN.

sayyid/tribun
Sekda Kabupaten Gowa Kamsina bahas soal kerja sama dengan Bulog Makassar.     

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus mengandeng berbagai pihak.

Kali ini, Pemkab Gowa bakal segera melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perum Bulog Makassar.

Kerja sama tersebut tentang penyaluran beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekda Gowa, Kamsina mengatakan, kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap para petani di Gowa.

Dukungan terhadap petani, kata dia, dengan cara menyerap beras tujuannya tentu bermuara terhadap kesejahteraan petani. 

Baca juga: Selain Amir Uskara, Siapa 3 Figur Lainnya Disebut Siap Maju Pilkada Gowa di Tahun 2024?

Baca juga: Siapa 4 Orang Disebut Bakal Maju Pilkada Gowa 2024?

"Hari ini kita lakukan sosialisasi kepada seluruh SKPD untuk menentukan beras jenis apa yang diinginkan, kemudian akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama nanti. Ini kita lakukan agar gudang Bulog tidak selalu penuh, gabah petani bisa terserap dengan cepat," ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Bermodal Rp 50 Ribu Hasil Jual Kursi, Penjual Kerupuk di Gowa Kini Hidupi 12 Karyawan, Omzet Jutaan

Baca juga: PDAM Temukan Fakta Baru Soal Sambungan Air Ilegal di Perumahan Elit Makassar

Sementara, Pimpinan Cabang Bulog Makassar Harisun mengatakan, sebelum MoU, pihaknya bersama Pemkab Gowa rapat tindaklanjut secara teknis terkait isi PKS yang tertera secara spesifikasi. 

"Jadi kita akan melakukan MoU bersama Pemkab Gowa, tapi sebelum itu kita rapat bersama SKPD untuk membahas beberapa hal. Mulai dari beras yang akan dipesan termasuk di dalamnya harga, kualitas, tempat distribusi, dan proses pembayarannya," jelasnya 

Dari hasil rapat dan sosialisasi itu, teknis distribusi beras direncanakan akan diantar langsung ke Kantor SKPD masing-masing.

Baca juga: Jabat Kapolsek Wara Palopo 6 Bulan, AKP Asdar Dimutasi ke Polda Sulsel! Siapa Penggantinya?

Sementara teknis pembayarannya akan dikoordinir Bagian Perekonomian melalui pemotongan gaji oleh bendahara SKPD masing-masing. 

"Kita juga membahas pendistribusiannya yang rencana diantar ke kantor SKPD masing-masing namun kita minta diseragamkan agar tidak terjadi kebingungan saat pendistribusian," ujarnya. 

Termasuk pada mekanisme pembayarannya. Nantinya bendahara di masing-masing SKPD akan melakukan pemotongan  gaji.

Kemudian bendahara mentransfer ke Bulog dan mengirimkan laporannya. 

Sementara jenis beras yang disaranan, Bulog memberikan pilihan. 

Terdapat jenis premium 15, premium 10, dan premium 5. 

Semakin kecil tingkat premiumnya maka semakin mahal harganya. 

"Kami berikan kesempatan SKPD memilih, tetapi yang sudah berjalan di ASN provinsi itu jenis Premium 10. Makanya kami menawarkan kalau premium 10 itu kami siap  dengan harga Rp11 ribu per Kg," pungkasnya. (*)

Laporan Wartawan Kontributor TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

 

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved