Breaking News:

Korupsi RS Batua Makassar

PH 13 Tersangka Bantah Kliennya Tak Terlibat Korupsi RS Batua Makassar

PH dari tersangka AIHS itu, kukuh membela kliennya yang saat ini dititipkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Rutan Polda Sulsel.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Saldy Irawan
tribuntimur.com/muslimin
Pendamping Hukum tersangka Korupsi RS Batua, AIHS, Muh Syahban Munawir atau akrab disapa Awi.   

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penasehat Hukum satu dari 13 tersangka kasus korupsi proyek Puskesmas Batua Raya, mengaku siap membuktikan kliennya tidak bersalah.

Seperti yang diungkapkan Muh Syahban Munawir atau akrab disapa Awi.

PH dari tersangka AIHS itu, kukuh membela kliennya yang saat ini dititipkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Rutan Polda Sulsel.

"Kan klien kami (AIHS) dituduhkan sebagai kuasa direktur oleh perusahaan (PT SA). Namun sebenarnya itu, klien kami tidak pernah mendapat kuasa direktur," kata AWI ditemui di Jl Kartini, Makassar.

Ia tidak menampik bahwa kliennya AIHS pernah tercantum dalam kuasa direksi notaris PT SA.

Namun kata Awi, pada proses pelaksanaannya, aliran dana proyek puskesmas itu tidak masuk dalam rekening pribadi AIHS.

Melainkan, masuk ke rekening perusahaan (PT SA).

"Klien saya (AIHS) hanya membantu direktur dalam pelaksanaan (proyek) ini. Kasarnya dia hanyalah seorang pekerja yang diperbantukan," ujarnya.

Ia pun menyangkan penetapan tersangka AIHS. Namun, kata Awi pihaknya tetap menghargai proses hukum oleh kepolisian.

Senada dengan Awi, Pendamping Hukum PPTK MA dalam proyek itu, Yusuf Laoh, juga mengaku siap menghadapi persidangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved