Breaking News:

Tribun Makassar

Andi Sudirman Minta Tender Proyek Besar Paling Lambat Awal Februari, Prioritas Rumah Sakit & Jalan

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendorong pembangunan proyek di Sulawesi Selatan segera dieksekusi.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
Humas Pemprov Sulsel
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendorong pembangunan proyek di Sulawesi Selatan segera dieksekusi.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta merampungkan berkas atau dokumennya agar program segera masuk daftar lelang.

Bahkan proyek-proyek besar seperti jalan, jembatan, rumah sakit, hingga perampungan Masjid 99 Kubah harus ditender dini, paling lambat Januari hingga Februari mendatang.

Baca juga: Direksi PDAM Makassar Bakal Investigasi Dugaan Pungli Penerimaan Tenaga Kontrak

Baca juga: Daftar Proyek Bakal Dibangun di Kawasan CPI Tahun 2022, Khusus Rumah Sakit Anggarannya Capai Rp 1 T

Ia menegaskan bahwa ada beberapa proyek yang tidak boleh tidak dilelang cepat.

Minimal pada minggu terkahir Januari atau awal Februari, 

"Kapan tidak dilakukan itu maka dia akan molor. Contoh rumah sakit target pengerjaan 10 bulan, tidak boleh tayang di Februari. Kapan tayang februari setengah mati," ucap Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (9/1/2022).

Begitu juga dengan infrastruktur jalan, apalagi paket yang anggarannya diatas Rp50 miliar harus sudah tayang.

Pemenang tender harus sudah bekerja di Februari atau awal Maret 2022.

Kepada Biro Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Pemprov Sulsel, Sudirman meminta agar meneropong perusahan yang menjadi peserta lelang.

Perusahaan-perusahaan kecil harusnya dimasukkan dalam daftar hitam atau blacklist.

Perusahaan yang baru coba-coba sangat rawan kata Sudirman. Kualitas dan track recordnya harus dipelajari dengan teliti.

"Ini stadion jangan sampai yang dipilih itu buangannya banyak tidak dilihat track record nya pernah membangun di mana. Kecepatan membangunnya bagaimana," tegasnya.

"Rumah Sakit juga jangan sampai terjaga tidak kemampuannya. Lakukan kunjungan fisik. Kunjungi yang pernah mereka bangun lihat kontraknya semua," sambungnya. 

Menurutnya Biro Barjas harus rasional dalam melihat kinerja para perusahaan, bahkan jika perlu Barjas harus turun melalukan verifikasi di lapangan

"Memang barjas harus mengikuti aturan tapi pakai juga rasionalitas. Bahwa ini bisa tidak dikerjakan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved