Breaking News:

Muhammadiyah

Hindari Disebut NU, Sekum PP Muhammadiyah Tidak Pakai Kopiah Saat Sampaikan Kuliah Tamu di Unismuh

Dalam menyelesaikan pandemi COVID-19, Muhammadiyah melibatkan 116 rumah sakit, dengan mengucurkan anggaran lebih dari satu triliun.

Editor: AS Kambie
Dok.Tribun
Sekum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti menyampaikan kuliah umum di Unismuh, Makassar, Sabtu, 8 Januari 2022 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sekum PP Muhammadiyah, Prof Dr Abdul Muti, benar-benar tidak mau disebut NU.

Saking tidak maunya disebut NU, Prof Dr Abdul Muti melepas kopiah saat menyampaikan kuliah tamu di hadapan civitas akademika Unismuh Makassar, Sabtu, 8 Januari 2022.

Prof Dr Abdul Muti memengaku sengaja tidak memakai kopiah saat menyampaikan kuliah tamu di hadapan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel dan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Alasannya, ia tak ingin disebut NU.

Tapi, NU yang dimaksud bukan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang memang cukup identik dengan tradisi kopiah dan sarung.

“Mohon maaf, saya sengaja tidak pakai kopiah. Nanti disebut NU, alias Nutup Uban,” kelakar Mu’ti disambut tawa puluhan hadirin yang hadir di ruang rapat Senat Unismuh Makassar, Gedung Iqra lantai 17, Jl Sultan Alauddin Makassar, Sabtu, 8 Januari 2022.

Meski tak memakai kopiah, Abdul Mu’ti mengaku menyandang dua gelar Lc. Pertama, katanya, ia merupakan ‘Lulusan Corona’. “Saya pernah kena Corona tahun pertama, sekitar Desember 2020,” ujarnya

Lc yang kedua, Mu’ti menyebut dirinya ‘Lulusan Ciputat’. Ia memang mengajar di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terletak di Ciputat.

Suasana humoris inilah yang mewarnai jalannya silaturahmi yang dipandu Ketua PWM, sekaligus Rektor Unismuh Prof Ambo Asse.

Kiprah Kemanusiaan Muhammadiyah

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved