Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Penjelasan Kadis Koperindag Penyebab Kenaikan Harga Sembako Makassar, Termasuk Cabe & Minyak Goreng

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta pada Bincang Kota disiarkan langsung YouTube dan Facebook Tribun Timur

TRIBUN-TIMUR.COM/DIWAN
Bincang kota bahas Stabilitas Harga Sembako Pasca Natal dan Tahun Baru live di YouTube dan Facebook Tribun Timur, Senin (3/12/2021) sore 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga sembako di Kota Makassar mengalami kenaikan akhir-akhir ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, Arlin Ariesta pada Bincang Kota disiarkan langsung YouTube dan Facebook Tribun Timur, Senin (3/12/2021) sore.

Arlin menyebut faktor pertama kenaikan harga sembako di Makassar adalah komoditas yang terpengaruh dengan komoditi-komoditi luar negeri.

Baca juga: Dua Hari Pasca Tahun Baru, Jumlah Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Naik 8,9 Persen

Baca juga: Hati-hati Beli Ayunan Listrik di Toko Ini di Makassar, Kok Bisa Belum Sehari Dipakai Sudah Rusak

"Seperti minyak goreng. Itu terpengaruh oleh komoditas luar negeri terkait prodak-prodak yang meningkat secara mendunia," ujarnya 

Hal tersebut kemudian mempengaruhi harga di dalam negeri.

Termasuk di Kota Makassar.

Kemudian sebut dia, komiditas juga dipengaruhi karena cuaca seperti cabe.

"Cabe rawit ini mempunyai kenaikan yang sangat signifikan. Terutama di kwarter ketiga tahun 2021. Sampai 130 persen lebih kenaikannya," katanya.

Hasil pemantauannya  bersama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel, kenaikan harga tersebut masih batas kewajaran.

Selain itu, pasokan produksi dengan tingkat permintaan konsumen juga dianggap mempengaruhi harga pasaran.

Kenaikan harga saat Nataru 2021 juga kata dia, karena cuaca yang kurang baik.

Apalagi yang beriklim tropis. Curah hujan cukup tinggi.

Dan produksi penanaman cabe ini sangat terpengaruh dengan cuaca.

"Jadi jika curah hujan tinggi maka produksi (cabe) akan menurun. Para petani yang kurang produksi dan stok yang ada di pasar meningkat," jelasnya.

Arlin menyebut yang mengalami kenaikan harga yaitu minyak goreng, telur, cabe.

"Cabe rawit merah khususnya yang sangat terpengaruh. Termasuk bawang putih dan merah juga mengalami kenaikan harga mencapai 7 persen," sebut Arlin.

Arlin menjelaskan harga minyak goreng telah diatur regulasinya.

Begitupula dengan harga ecerannya.

Menurutnya, kenaikan harga minyak goreng karena terpengaruh komoditas global.

Laporan Wartawan Kontributor TribunTimur.com, Sayyid Zulfadli

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved