Opini Tribun Timur
Kawal Timnas Indonesia Juarai Piala AFF
Perjalanan Timnas. Suhu ketegangan masih begitu terasa sejak sabtu malam 25 Desember 2021 lalu.
Oleh: BudimanSPd
Guru di SMP IT Wihdatul Ummah Takalar/Pengurus FLP Cabang Gowa
Perjalanan Timnas. Suhu ketegangan masih begitu terasa sejak sabtu malam 25 Desember 2021 lalu.
Timnas Indonesia berhadapan dengan tuan rumah Singapura dalam semifinal Piala AFF Suzuki Cup 2020.
Di menit-menit terakhir saat skor masih 2-2, bek Skuad Garuda diberi hukuman penalti.
Suasana hening dan mencekam menyelimuti langit-langit stadion Nasional Singapura.
Keheningan pecah kala kiper Garuda, Nadeo menepis bola. Inilah awal kebangkitan Timnas hingga berlanjut extra time dan mengakhiri pertandingan dengan skor 4-2. Sungguh kemenangan yang indah.
Serupa hari ini, Piala AFF perdana digelar pada tahun 1996 juga berlangsung di Singapura yang kala itu masih dikenal dengan Piala Tiger. Sayangnya Timnas Garuda belum mampu mengangkat trofi.
Tercatat sebanyak 5 kali Timnas Garuda ikut berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Pada tahun 2000 yang terlaksana di Thailand, tahun 2002 di Indonesia dan Singapura, tahun 2004 di Malaysia dan Vietnam, tahun 2010 di Indonesia dan Vietnam, dan 2016 yang berlangsung di Myanmar dan Filipina.
Timnas Indonesia masih belum bisa keluar sebagai juara, paling mentok berada di final.
Melihat rekam jejak Timnas Indonesia tersebut, beberapa pemain dari negara lain meremehkannya.
Seperti yang dilansir dari sportstars.id kamis 9/12/2021, Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 ini terkesan diremehkan pemain Vietnam, Malaysia dan Laos.
Namun ini tak membuat Timnas Indonesia layu dan patah semangat. Justru menjadi cambuk motivasi untuk membuktikan bahwa anggapan mereka salah.
Skuad Terkini
Shin Tae Yong selaku pelatih Timnas Indonesia merekrut lebih banyak pemain muda. Usia mereka rata-rata 20-an tahun.
Bahkan beberapa pemain berusia di bawah 20 tahun seperti Ernando Ari, Pratama Arhan, Elkan Baggot, dan Ramai Rumakiek.
Sedangkan pemain senior yang berusia di atas 30 tahun hanya 2 orang, yakni Fachruddin Aryanto dan Victor Igbonefo. Selebihnya berusia antara 20 sampai 30 tahun.
Saat di fase grup, Timnas begitu mendominasi kemenangan. Pada empat pertandingan, Timnas Indonesia menang 3 kali, ketika melawan Kamboja 4-2, Laos 5-1 dan Malaysia 4-1.
Sedangkan saat berhadapan Vietnam berakhir seri 0-0. Kemudian melaju ke semifinal sebagai juara grup bertemu tuan rumah Singapura dengan skor 1-1 pada leg pertama, dan 4-2 pada leg kedua.
Hasil ini membawa Timnas ke babak final bertemu Thailand pada hari rabu 29 Desember 2021 dan sabtu 1 Januari 2022 mendatang.
Menghadapi Thailand di laga final nanti, para pemain Timnas masih dalam kondisi prima. Kini mereka rutin menjalani pengecekan fisik dan kesehatan badan oleh seorang Fisioterapis Olahraga, Asep Aziz.
Selain itu, mereka diberi nutrisi dan suplemen yang baik untuk meningkatkan performa serta mendapatkan terapi pijat untuk mengurangi kelelahan.
Sedangkan pemain yang mengalami cedera ringan, diberi treatment berupa fisioterapi dan obat-obatan dari dokter.
Seperti dilansir dari Health Liputan6.com saat mewawancarai Asep Aziz, Minggu 26 Desember 2021.
Performa Pemain
Banyak faktor yang memengaruhi performa pemain Timnas Indonesia.
Menurut Harsono dalam bukunya Coaching dan Aspek-aspek Psikologis dalam Coaching, ada 4 faktor yang memengaruhi performa seorang atlet termasuk pemain sepak bola.
Pertama, faktor kecemasan yang dialami pemain baik sebelum maupun sementara pertandingan berlangsung.
Kedua, faktor kondisi dan sikap pemain seperti kebiasaan hidupnya, lingkungan sosialnya dan sebagainya.
Ketiga, faktor latihan dan metode pelatih seperti program latihan, karakter pelatih, dan kedekatan antara rekan setim.
Keempat, faktor organisasi pertandingan seperti kondisi stadion, kehadiran penonton, objektivitas wasit dan sistem pertandingan.
Faktor pertama sejauh ini dapat ditangani dengan baik meski beberapa waktu lalu para pemain mendapatkan tekanan mental berupa komentar sinis dari pihak-pihak yang meremehkan.
Terlebih karena para pemain Timnas masih muda dan belum banyak pengalaman.
Faktor kedua dapat disimpulkan bahwa para pemain Timnas berkarakter tangguh sebab telah melewati serangkaian seleksi.
Mereka juga kadang terlihat melakukan sujud syukur saat selebrasi. Ini menandakan ada jiwa religius di hati mereka.
Faktor ketiga, ditentukan dari kualitas pelatih. Tak dapat diragukan lagi kinerja Shin Tae Yong melatih Timnas Indonesia.
Terbukti dari pengalamannya di dunia sepak bola pernah menjadi 11 pemain terbaik sepanjang masa di Liga Korea.
Sebelum ke Indonesia, ia pernah melatih Timnas Korea Selatan baik di level junior maupun senior. Ia memahami betul kelebihan dan kelemahan para pemainnya.
Faktor keempat, faktor yang sangat-sangat vital terutama berkaitan dengan sistem pertandingan, objektivitas wasit dan kejujuran pemain di mana para mafia bola ikut campur tangan.
Dengan keji mereka menodai citra sepak bola di tanah air. Membeli harga diri pemain dengan nilai yang tak seberapa.
Menyogok wasit sehingga berat sebelah akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Mari kawal Timnas Indonesia.(*)