Tribun Lutim

Sepanjang 2021, 178 Kali Bencana Terjadi di Luwu Timur Renggut 3 Korban Jiwa

Tercatat 178 kali kejadian bencana terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) per Januari hingga Desember 2021.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM/IVAN
Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, I Kadek Suarta dan Operator Pelaksana Teknis Tugas Pusdalops BPBD Luwu Timur, Asep Suyatna 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Tercatat 178 kali kejadian bencana terjadi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) per Januari hingga Desember atau di sepanjang tahun 2021.

Operator Pelaksana Teknis Tugas Pusdalops BPBD Luwu Timur, Asep Suyatna mengatakan dari sejumlah kejadian bencana ini, didominasi gempa bumi.

"Kalau gempa bumi tercatat 153 kali kejadian hingga hari ini," kata Asep kepada TribunLutim.com, Senin (27/12/2021).

Asep merincikan untuk kebakaran ada 10 kali kejadian, cuaca ekstrem enam kali, banjir dua kali, tanah longsor dua kali.

Kemudian orang hilang atau tenggelam ada lima kejadian, sementara kasus kebakaran hutan dan lahan sejauh ini belum ada kejadian.

Asep menambahkan, dari 178 bencana yang tercatat ini, korban jiwa atau meninggal tercatat ada tiga orang.

"Untuk korban meninggal dunia ada tiga jiwa di operasi orang hilang atau tenggelam."

"Korban meninggal di kejadian orang hilang di Danau Towuti dua orang dan satu di Balantang," ujar Asep.

Baca juga: Kepala DLH Luwu Timur Ingatkan Mahasiswa Minimalisir Penggunaan Plastik, Sarankan Gunakan Tumbler

Baca juga: Pulang Melayat, Kakek 70 Tahun di Luwu Timur Tewas Ditabrak Mobil di Tarengge

Sebagai informasi, warga Desa Balantang, Kecamatan Malili, Patahuddin (50) ditemukan meninggal dunia di Sungai Malili, Kecamatan Malili, pada Rabu (17/11/2021) sore.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang usai perahu yang ditunpmpangi tabrakan saat hendak menuju empangnya, Rabu pagi.

Asep mengatakan korban ditemukan dengan status meninggal dunia di area titik kecelakaan perahu korban.

Korban ditemukan sekitar pukul 15.10 Wita di sekitar pohon nipah.

Sebelumnya, bapak dan anak bernama Islahuddin (65) dan Ishar (35) dilaporkan hilang pada Minggu (6/6/2021) sore di Danau Towuti.

Korban hilang setelah kapal kayu jenis bala-bala terbalik dihantam ombak di Danau Towuti.

Pencarian dua warga Desa Loeha, Kecamatan Towuti ini pun dilaksanakan selama 10 hari oleh tim gabungan.

Namun pada Selasa (15/6/2021) petang, pencarian dihentikan dan korban tidak kunjung ditemukan. (*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved