Tribun Makassar
Siapa Pelaku Bocorkan Soal CAT Laskar Pelangi? Danny Pomanto: Bukan dari BKD
Danny Pomanto mengatakan, pelaku yang membocorkan soal CAT ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Penulis: Siti Aminah | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto telah mengetahui oknum yang membocorkan soal Computer Asssited Test (CAT) Laskar Pelangi.
Danny Pomanto mengatakan, pelaku yang membocorkan soal CAT ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
"Jadi bocoran soal kemarin di Bappeda dan saya suruh kejar. Bukan di BKD, nanti saya suruh kejar pak kaban," ucap Danny Pomanto, Minggu (26/12/2021).
Baca juga: Danny Pomanto Blak-blakan, Akui Banyak yang Minta Diluluskan Jadi Tenaga Laskar Pelangi
Baca juga: Diberi Tugas Danny Pomanto, ASN dan Honorer Makassar Lomba-lomba Cari Warga yang Belum Divaksin
Sementara Plt Kepala Bappeda Makassar, Helmy Budiman mengatakan, pihaknya masih sementara menulusuri oknum pegawai yang membocorkan soal tersebut.
Sebagai konsekuensinya, yang bersangkutan akan mendapat sanksi tegas.
"Iya sementara ditelusuri, akan diungkap segera," tegasnya.
Diketahui, Danny menemukan adanya kebocoran soal sehari sebelum pelaksanaan seleksi.
Ia langsung menginstruksikan kepada Badan Kepegawaian dan Pengelolaan SDM (BKPSDM) Makassar untuk mengganti soalnya.
Danny menginstruksi agar oknum yang menyebar soal tersebut segera ditelusuri.
Bahkan ia tak segan untuk memecat yang bersangkutan.
Adapun jenis soal tersebut ada empat paket, masing-masing OPD berbeda jenis soalnya.
Merupakan kolaborasi antara BKPSDM Makassar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar.
Berdasarkan pantauan Tribun Timur, soal-soal tersebut meliputi tes kepribadian, tes pengetahuan umum , juga terkait Makassar Recover.
Kepala BKPSDMD Makassar, Andi Siswanta Attas mengatakan, itu semua hanya spekulasi yang dilakukan oknum tertentu.
"Soal diedarkan oleh orang tidak bertanggung jawab, tapi ternyata yang keluar soal tidak ada yang sama satu nomorpun," ungkapnya. (*)