Headline Tribun Timur
Premium Setop Pertamax Turun
Rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium makin mencuat. Dikatakan, kebijakan ini tinggal menunggu Peraturan Presiden keluar.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rencana penghapusan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium makin mencuat.
Rencana ini menjadi mencuat di awal pekan ketiga Desember, Senin (20/12/2021).
Diinformasikan, BBM beroktan 88 tersebut dihapus mulai tahun 2022.
Dikatakan, kebijakan ini tinggal menunggu Peraturan Presiden keluar.
Harga BBM selalu memantik perhatian publik. Bahkan kerap menyulut demo dan aksi besar-besaran.
Tapi dalam beberapa tahun terakhir, harga BBM nyaris luput dari perhatian serius.
Malah beberapa kali terjadi penyesuaian, kalau tidak mau disebut kenaikan, harga nyaris tak terdengar.
Penghapusan premium dinilai tak akan berdampak besar jika dibarengi dengan penurunan harga Pertamax.
Sebaliknya, penurunan harga Pertamax juga takkan berdampak massif jika dibarengi penghapusan premium.
Penghapusan artinya, menghilangkan BBM jenis tersebut dari peredaran alias tidak akan dijual lagi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Penghapusan BBM
Direktur Eksektutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan jika BBM premium benar dihapus, maka BBM dengan Research Octane Number (RON) 92 yakni Pertamax bisa turun harga.
"Saya menduga harga BBM RON 92 bisa turun karena dugaan saya ada cross subsidi dari jenis bahan bakar octane tinggi ke rendah. Jadi, harga octane tinggi lebih mahal," ujarnya, Senin(20/12).
Dia menilai penghapusan BBM premium tidak berdampak signifikan terhadap konsumen, justru bagus karena bisa meningkatkan kualitas udara.
Bahkan, Fabby mengingatkan bahwa sebenarnya premium sudah pernah dihapuskan di pulau Jawa pada tahun 2016 hingga 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/benarkah-bbm-premium-dan-pertalite-akan-dihapus-ini-kata-direktur-utama-pertamina-nicke-widyawati.jpg)