Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Demokrat Sulsel

Musda Demokrat Sulsel Memanas? Ini Peta Dukungan Suara Ullah vs IAS

Petahana Ni'matullah Rahim Bone ditantang ketua sebelumnya Ilham Arief Sirajuddin.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI
Kolase foto mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah Rahim Bone. (Foto Ari Maryadi Tribun Timur) 

Seperti Demokrat Selayar 2014 meraih 3 kursi, mampu dipertahankan pada pemilu 2019 tetap 3 kursi.

"DPC yang berkurang kursinya yang disalahkan siapa? Apakah kesalahan ini diserahkan ke DPD semua? Terus yang kursinya bertahan dan bertambah apakah itu bukan kesuksesan DPC bersama DPD?" kata Mahmud.

Mahmud mengajak kader-kader Demokrat Sulsel membandingkan capaian kepemimpinan sesuai dengan level organisasi di mana kita berada. 

Menurutnya perbandingan capaian kepemimpinan Ullah seharusnya dibandingkan dengan DPD lain di Indonesia.

"DPC ya juga dengan DPC di dalam level DPD masing-masing. Karena ini semua adalah kerja organisasi. Masing-masing pemimpin ada kelebihan dan kekurangan," kata Mahmud

Menurut Mahmud, LPJ bukan sesuatu hal yang harus diterima atau ditolak. Bentuk yang seharusnya dalam bentuk dukungan. 

"Kalau tidak mendukung Pak Ulla secara tidak langsung sudah menolak apa yang berhasil dan belum berhasil. Saya kira tidak perlu ditarik-tarik ke pada LPJ," katanya.

"Karena LPj menyangkut kerja kita semua. Semua pengurus DPD dan DPC. Dengan kata lain kita sendiri yang menolak pekerjaan kita bersama-bersama selama 5 tahun," ujarnya.

Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved