Musda Demokrat Sulsel
Musda Demokrat Sulsel Memanas? Ini Peta Dukungan Suara Ullah vs IAS
Petahana Ni'matullah Rahim Bone ditantang ketua sebelumnya Ilham Arief Sirajuddin.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Partai Demokrat Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Daerah IV di Hotel Four Points By Sheraton Jalan Andi Jemma, Rabu (22/12/2021) pagi besok.
Petahana Ni'matullah Rahim Bone ditantang ketua sebelumnya Ilham Arief Sirajuddin.
Total suara dalam musda berjumlah 26 suara, terdiri dari 24 dewan pimpinan cabang (DPC) ditambah satu suara DPD, dan satu suara DPP.
"26 suara. Musda menetapkan calon ketua DPD, tidak lebih dari tiga ditetapkan di sidang pleno 3 menjadi keputusan musda. Selanjutnya DPP memilih ketua DPD dari 3 calon," kata Koordinator Streering Committee Musda IV Andi Januar Jaury Dharwis.
Peta dukungan suara menjelang musda, IAS didukungan 16 DPC.
Sisanya 8 DPC disebut-sebut berada di bariasan Ullah. Ditambah satu suara DPD, dan DPP.
16 DPC pendukung IAS antara lain DPC Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang, Wajo, Soppeng, Luwu, Luwu Utara, Palopo, Toraja Utara, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.
Sementara pendukung Ullah antara lain DPC Makassar, Tana Toraja, Selayar, Enrekang, Luwu Timur, dan Bone.
Kemudian dua DPC yang dipimpin plt dari pengurus DPP Demokrat Gowa dan Sidrap.
Syarat pencalonan 20 persen suara sah setara dengan 6 suara.
Sidang pleno 3 nantinya menetapkan bakal calon menjadi calon ketua DPD, maksimal tiga nama.
Selanjutnya nama calon dikirim ke tim 3 DPP untuk dipilih menjadi Ketua DPD Demokrat Sulsel. Tim
Barisan pendukung IAS mengambil langkah menotariskan surat dukungan sehari jelang musda, Selasa (21/12/2021) hari ini.
16 surat itu didaftarkan ke Notaris asal Makassar, Andi Sengngeng Pulaweng Salahuddin, SH, Mkn. tertanggal 21 Desember 2021. Masing-masing DPC dibuatkan dua rangkap.
Ketua Demokrat Toraja Utara, Hatsen Bangri mengatakan, upaya menotariatkan surat dukungan tersebut adalah bagian penting menjaga kualitas legalitas surat dukungan pendukung IAS. Juga, merawat soliditas internal pendukung.
"Dengan begini lebih baik. Lebih aman. Apalagi, semua surat dukungan itu memang mencantumkan tanggal penandatanganan terkini. Dengan begitu, jika ada dugaan surat dukungan ganda, tentu yang perlu dijadikan dasar penetapan adalah mana surat tertanggal terkini dan yang dinotariskan. Ini kuat," kata Hatsen, di sela-sel arena Musda IV Demokfrat Sulsel, Hotel Sheraton Four Point, Jalan Andi Djemma, Selasa, 21 Desember 2021.
Selain itu, cermin Soliditas 16 ketua DPC Demokrat pendukung Ilham Arief Sirajuddin (IAS) jelang Musda terlihat ketika mereka kompak membuat baliho dukungan untuk IAS yang ditebar di sekitar lokasi Musda.
Isi baliho itu memajang foto masing-masing ketua DPC ditambah kalimat "Nama daerah For IAS".
Ketua DPC Wajo, Rahman Rahim menjelaskan 16 DPC pendukung IAS jelang Musda Demokrat semakin solid.
"Kami benar-benar berharap agar ikhtiar awal ini akan berujung pada kejayaan Demokrat di masa mendatang," ujar Rahman.
Soliditas pendukung IAS juga semakin terlihat jelang verifikasi peserta Musda. 16 ketua DPC kompak berangkat bersama menuju lokasi Musda IV menggunakan bus.
Suasana di atas bus juga begitu santai dan penuh canda.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Selayar menyatakan dukungannya kepada Ullah melanjutkan kepemimpinnya ke depan.
"Iya DPC Demokrat Selayar memberikan rekomendasi dukungan ke Pak Ulla," kata Ketua Demokrat Selayar Andi Mahmud saat dihubungi Selasa (21/12/2021).
Mahmud menilai, kepemimpinan Ulla berhasil dalam satu periode ini. Ia menyebutkan sejumlah indikator.
"Dalam level organisasi kita kan ada DPP, DPD dan DPC. Kita harus memberikan apresiasi bagi pak Ulla, saya kira Pak Ulla mampu mempertahankan kursi DPD 90 persen," katanya.
Meski kursi parlemen turun, Mahmud menilai capain Ullah dkk sudah melebihi target dari DPP.
Menurutnya, capaian Ullah jauh melebihi capaian DPD di provinsi lain.
"Terkait kinerja tentu ada yang berhasil dan juga ada yang belum. Terkait kursi parlemen saya kira masih diatas target nasional ya. Di proponsi itukan turunnya 1 kursi. Kalau di DPR RI juga turunnya 1 kursi. Dibanding dengan DPD yang lain di seluruh Indonesia, DPD Sulsel dalam penilaian saya berhasil," katanya.
Mahmud melanjutkan, banyak pengurus DPC yang gagal.
Ia mencontohkan ada yang kehilangan 3 kursi ada juga yang kehilangan 2 kursi dan 1 kursi, dan ada yang bertambah dan bertahan kursinya.
Seperti Demokrat Selayar 2014 meraih 3 kursi, mampu dipertahankan pada pemilu 2019 tetap 3 kursi.
"DPC yang berkurang kursinya yang disalahkan siapa? Apakah kesalahan ini diserahkan ke DPD semua? Terus yang kursinya bertahan dan bertambah apakah itu bukan kesuksesan DPC bersama DPD?" kata Mahmud.
Mahmud mengajak kader-kader Demokrat Sulsel membandingkan capaian kepemimpinan sesuai dengan level organisasi di mana kita berada.
Menurutnya perbandingan capaian kepemimpinan Ullah seharusnya dibandingkan dengan DPD lain di Indonesia.
"DPC ya juga dengan DPC di dalam level DPD masing-masing. Karena ini semua adalah kerja organisasi. Masing-masing pemimpin ada kelebihan dan kekurangan," kata Mahmud
Menurut Mahmud, LPJ bukan sesuatu hal yang harus diterima atau ditolak. Bentuk yang seharusnya dalam bentuk dukungan.
"Kalau tidak mendukung Pak Ulla secara tidak langsung sudah menolak apa yang berhasil dan belum berhasil. Saya kira tidak perlu ditarik-tarik ke pada LPJ," katanya.
"Karena LPj menyangkut kerja kita semua. Semua pengurus DPD dan DPC. Dengan kata lain kita sendiri yang menolak pekerjaan kita bersama-bersama selama 5 tahun," ujarnya.
Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilham-arief-sirajuddin-dan-ketua-dpd-partai-demokrat-sulsel-nimatullah-392021.jpg)