Rocky Gerung
Amerika Serikat Pantau Muktamar Nahdlatul Ulama? Rocky Gerung: Bagi Amerika NU 100 Juta Manusia
Kandidat Ketua Umum Nahdlatul Ulama saat ini hanya berkutat pada Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj.
TRIBUN-TIMUR.COM- Pengamat politik sekaligus akademisi, Rocky Gerung menyampaikan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) akan dilihat langsung oleh pihak Amerika Serikat.
Hal itu dia sampaikan dalam Youtube Rocky Gerung Official “Jelang Muktamar NU Jadi Rebutan Capres 2024” dikutip Tribun Timur, Selasa (21/12/2021).
"Amerika pasti sedang memantau potensi terpilihnya seseorang, 22 atau 23 Desember di ( Muktamar NU ) Lampung," katanya di Channel YouTube Rocky Gerung Official, Senin kemarin.
Lebih lanjut, Rocky Gerung membongkar alasan Amerika Serikat memantau Muktamar NU di Lampung karena adanya potensi kepentingan yang disisipkan terkait China Selatan.
"Bagi Amerika NU ini 100 juta manusia, anggotanya 100 juta orang.
Dan kita tahu Amerika selalu paham kepada siapa dia menitipkan pesan kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia itu," kata Rocky Gerung.
Baca juga: Dukung Gus Yahya, 21 PCNU dan PWNU Sulsel Berangkat Bareng
Baca juga: Hari ini Rocky Gerung Cs Dilaporkan ke Polisi Diduga Terkait Ujaran Kebencian, Siapa Pelapornya?
Tak hanya itu, kata Rocky Gerung, AS berkepentingan menitipkan pesan lewat isu-isu kemanusian terhadap ormas-ormas Islam.
"Kan setahun lalu, petinggi luar negeri, Menteri Pertahanan AS datang ke Indonesia dan menemui Nahdlatul Ulama," jelas Rocky Gerung.
Menurut Rocky Gerung, dari pertemuan itulah ada semacam interest AS terhadap perkembangan ormas Islam di Indonesia.
"Jadi kalau kita mau bikin semacam sinopsis, NU itu pasti membaca kepentingan politik Amerika," tegas Rocky Gerung.
Begitupun sebaliknya, kata Rocky Gerung, AS pasti membaca apa yang bisa disumbangkan NU di dalam potensi konflik di China Selatan.
"Walaupun itu nggak dijadikan agenda Muktamar, tetapi semua orang yang ingin terlibat Muktamar harus mampu membaca kepentingan politik global," papar Rocky Gerung.
Baca juga: Siapa Mardigu Wowiek? Disebut Rocky Gerung Elektabilitasnya Lampaui Airlangga Hartarto Ketum Golkar
Sebab, kata Rocky Gerung, para calon Ketua Umum NU nanti akan diseret dalam situasi yang suatu waktu akan meledak perang terbuka di China Selatan.
Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung membaca para kandidat Ketua Umum NU saat ini hanya berkutat pada Yahya Cholil Staquf dan Said Aqil Siradj.
"Indonesianese selalu mengamati NU di dalam keunikan itu, bahwa nanti ada kasak kusuk macam-macam, tapi nanti juga akan diselesaikan dengan cara NU sendiri," jelas Rocky Gerung.
Baca juga: Bukan Qatar atau Amerika Serikat, ini Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021, Bagaimana Indonesia?
Baca juga: Mengenal Daging Berbasis Sel yang Diharamkan oleh Ulama Nahdlatul Ulama
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hasim0121122021.jpg)