PDIP Sulsel Ajukan Calon Tunggal Pendamping Andi Sudirman, Amri Arsyid: PKS Tunggu Andalan Dilantik

Terkait calon Wagub Sulsel dari PKS, Amri Arsyid mengatakan masih menunggu perkembangan proses hukum di pengadilan hingga tuntas.

PKS Sulsel
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (kiri) didampingi Ketua DPW PKS Sulsel Muhammad Amri Arsyid (kanan) di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, April 2021 lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel Muhammad Amri Arsyid memuji calon tunggal pendamping Andi Sudirman Sulaiman atau Andalan.

PDIP Sulsel telah mengajukan nama tunggal sebagai calon Wakil Gubernur Sulsel pendamping Andalan, Ansyari Mangkona.

Ansyari Mangkona adalah Ketua Fraksi PDIP DPRD Sulsel sekaligus Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Sulsel.

“Menurut saya beliau adalah sosok politikus yang baik, sudah membuktikan kepemimpinannya di partai dan fraksi provinsi,” kata Amri, Jumat (17/12/2021).

Terkait calon Wagub Sulsel dari PKS, Amri mengatakan masih menunggu perkembangan proses hukum di pengadilan hingga tuntas.

Amri mengatakan, PKS menunggu Andi Sudirman dilantik sebagai gubernur definitif dulu baru membahas calon Wagub Sulsel.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andi Ansyari Mangkona
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Andi Ansyari Mangkona (TRIBUN-TIMUR.COM/ARI MARYADI)

“Kami masih melihat perkembangan proses di pengadilan sampai tuntas dan proses di DPRD, yang paling penting segera lakukan proses penetapan pelaksana tugas menjadi gubernur definitif,” kata Amri.

Terpisah, Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Sri Rahmi mengatakan mekanisme pengusulan yaitu dua nama diusulkan kepada DPRD Sulsel.

Dua nama itu diusulkan tiga partai pengusung, PKS, PAN, dan PDIP.

Baca juga: Ini Alasaan PDIP Sulsel Ajukan Nama Ansyari Mangkona Sebagai Calon Tunggal Pendamping Andi Sudirman

“Minimal dua nama dari koalisi masuk ke DPRD. Harus ada kesepakatan dari tiga partai pengusung ini,” kata Sri Rahmi.

Bunda Rahmi menilai sebaiknya ada fit and proper test bagi calon wakil gubernur.

Namun gagasan itu mesti dibicarakan bersama PAN dan PDIP.

“Terserah mau ada fit and proper atau apa, tapi harus ada pembicaraan, tergantung kesepakatan parpol nanti,” katanya.

Ket: Ngopi Spesial Tribun Timur edisi Senin (6/9/2021) sore menghadirkan Sri Rahmi (kanan) selaku narasumber
Ket: Ngopi Spesial Tribun Timur edisi Senin (6/9/2021) sore menghadirkan Sri Rahmi (kanan) selaku narasumber (tribun-timur)

Ditanya soal wacana namanya masuk bursa, Sri Rahmi menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada PKS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved