Tribun Lutim

28.800 Bidang Tanah di Lutim Dapat Program PTSL dan Redistribusi Tanah Secara Gratis

Program dilaksanakan pemerintah untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan hak atas suatu tanah milik masyarakat secara gratis.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Dok BPN Lutim
Kepala BPN Luwu Timur, Muhammad Syukur 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) memperoleh jatah 28.800 Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan redistribusi tanah tahun 2022.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Luwu Timur, Muhammad Syukur program PTSL dan redistribusi tanah adalah program strategis nasional.

Program dilaksanakan pemerintah untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan hak atas suatu tanah milik masyarakat secara gratis.

"Itulah sebabnya Kementerian ATR/BPN membuka program prioritas nasional berupa percepatan PTSL," kata Syukur, Sabtu (18/12/2021).

Syukur mengatakan, tahun 2022, Kabupaten Luwu Timur mendapat jatah 28.800 bidang atau naik empat kali lipat dibanding pada tahun 2021, yang jumlahnya hanya sekitar 7.000 bidang.

Rincian 28.880 bidang tersebut yaitu, peta bidang tanah (PBT) 9.000 bidang, peta bidang lintas sektor tanah (PBT Lintor) 200 bidang, 

Kemudian peta bidang tanah kategori 4 (PBT K4) 600 bidang, redistribusi Tanah 4.000 bidang dan Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) 15.000 bidang.

Sedangkan untuk resdistribusi tanah sebanyak 4.000 bidang tersebar di sejumlah desa yaitu Burau Pantai (Burau) target 400 bidang, Non Blok (kalaena) 700 bidang, Maliwowo (Angkona) 700 bidang.

Kemudian Tampinna (Angkona) 300 bidang, Laskap (Malili) 300 bidang, Lakawali Pantai (Malili) 300 bidang, Parumpanai (Wasuponda) 800 bidang, Sorowako (Nuha) 500 bidang.

Jatah ini juga disampaikan Syukur dalam rakor mengenai PTSL dan Redistribusi Tanah 2022 dengan Bupati Luwu Timur, Budiman, camat dan kepala desa di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu Timur, Jumat (17/12/2021),

Hadir juga Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli, dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Luwu Timur, Zainuddin.

Bupati Luwu Timur, Budiman mengatakan percepatan penyelesaian program PTSL memang didambakan masyarakat Luwu Timur.

Ini juga dalam rangka memberikan jaminan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanah agar terhindar dari konflik kepemilikan lahan.

"Program PTSL ini, juga bermanfaat sebagai perencanaan ruang wilayah berbasis bidang tanah,"

"Apalagi dalam visi misi kami selaku bupati agar semua rumah ibadah di pelosok desa juga memilki sertifikat yang bisa dikutkan dalam program ini," kata Budiman.

Diharapkan, tahun selanjutnya BPN/ATR Luwu Timur terus menambah kuota program-program pensertifikatan tanah masyarakat.

Dengan demikian, diharapkan terwujudnya tertib administrasi pertanahan di Kabupaten Luwu Timur."Dalam menyukseskan program PTSL ini, tetap kita harus selalu bersinergi, agar target untuk program PTSL ini  tercapai.(TribunLutim.com)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved