Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Timor Leste

Dulu Australia Klaim Punya Peran Besar Timor Leste Lepas dari RI, Kini Rahasia Besarnya Terbongkar

Terbukti dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh ABC News Australia beberapa waktu lalu.

Editor: Ansar
New Mandala
Foto ilustrasi. Suasana pemilihan legislatif Timor Leste 2017. 

"Banyak laporan menunjukkan bahwa unsur-unsur militer Indonesia telah membantu atau bekerja dengan milisi pro-integrasi," katanya.

"Militer Indonesia pada tanggal 6 September 1999 bekerja secara terbuka dengan milisi untuk memaksa orang keluar dari Timor Timur," imbuhnya.

Baca Juga: Ngaku Berlimpah Tambang Minyak, Nyatanya TNI Pernah Pergoki Penyelundupan BBM ke Timor Leste Jumlahnya Ribuan Liter!

Laporan CIA secara langsung bertentangan dengan komentar menteri luar negeri Australia saat itu Alexander Downer.

Pada tahun 1999 peran angkatan bersenjata Indonesia (TNI) secara terang-terangan diremehkan dan diklaim hanya "elemen nakal" TNI yang bertanggung jawab atas kekerasan di Timor Leste.

Melansir dari ABC News, ternyata bukan Australia yang telah memaksa Indonesia untuk menerima pasukan penjaga perdamaian, yang kemudian Downer menolak klaim tersebut.

"Saya tidak punya waktu untuk membaca semua dokumen itu, tetapi asumsi Anda salah," katanya.

Pada Radio ABC pada Februari 1999, Downer mengutarakan bahwa pemerintah tidak dapat mengkonfirmasi laporan bahwa militer Indonesia mempersenjatai milisi di Timor Leste.

Baca Juga: 'Makan Tuh Gombalan Australia!', Timor Leste Diisukan Ingin Kembali ke Indonesia Jika Diberi Kesempatan Kedua

"Militer Indonesia menyangkal hal ini," katanya.

"Jelas sangat sulit bagi kami untuk memverifikasi satu atau lain cara," terangnya.

Saat konferensi pers akhir bulan kala itu, ia menambahkan bahwa mendapat jaminan dari menteri luar negeri Indonesia saat itu Ali Alatas bahwa Indonesia tidak mendukung milisi.

"Dia menjelaskan kepada saya bahwa mereka tidak memberikan senjata kepada pro-integrasi. Tapi apa yang mereka lakukan adalah apa yang mereka lakukan di semua provinsi," imbuhnya.

"Itu adalah bahwa mereka memiliki beberapa orang sipil yang membantu dalam fungsi kepolisian," jelasnya.

Downer membuat komentar serupa beberapa minggu kemudian setelah pembantaian di Liquica, di mana puluhan orang tewas.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved