Breaking News:

Tribun Luwu Timur

Cerita Nakes Wawondula Lutim, Digugat Pengusaha Ayam Potong Rp2 M Gegara Temukan Makanan Berformalin

Sanitarian Puskesmas Wawondula, Hasmawati (33) tengah menghadapi proses hukum karena kasus formalin.

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Sudirman
Muh AMran Amir/Kompas TV
Hasmawati (33), seorang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, harus membayar denda sebesar Rp2 miliar 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Sanitarian Puskesmas Wawondula, Hasmawati (33) tengah menghadapi proses hukum karena kasus formalin.

Ada tiga yang menjadi tergugat, Kepala Puskesmas Wawondula Sahmuddin, Hasmawati dan Laboran.

Mereka digugat oleh pengusaha ayam potong di Pengadilan Negeri (PN) Malili, karena dianggap melanggar UU ITE.

Hasmawati adalah tergugat ke-2 dalam kasus formalin yang sekarang sudah diputuskan dan gugatan penggugat dikabulkan dengan nilai ganti rugi Rp 2 miliar.

"Kami butuh keadilan dan perlindungan untuk nakes, seperti kami bawahan yang hanya diberikan perintah. Kami bekerja sesuai perintah tupoksi dan SOP," kata Hasmawati dihubungi TribunLutim.com, Rabu (8/12/2021).

Lantas bagaimana Hasmawati dan rekannya sampai digugat Rp 2 miliar?

Hasmawati menceritakan kronologi sampai menjadi tergugat setelah melaksanakan tugasnya sebagai sanitarian.

Tepatnya Sabtu 18 Mei 2019, saat tim terpadu (gabungan beberapa dinas) yang ditugaskan untuk melaksanakan pengawasan di Pasar Wawondula, Kecamatan Towuti, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saat tim datang melakukan pengawasan, Hasmawati diperintahkan kepala puskesmas untuk mendampingi tim, dalam melakukan pengambilan sampel makanan pada pedagang yang berada di pasar tersebut.

Pengambilan sampel makanan dilakukan secara acak oleh tim terpadu di Pasar Wawondula.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved