Breaking News:

Danny Pecat Direksi dan Dewas Perusda

Usai Dipecat Danny Pomanto, Ruangan Direksi dan Dewas Perusda Makassar Disegel Satpol-PP

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makasaar menyegel seluruh ruangan Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (Perusda) Makassar

Penulis: Siti Aminah | Editor: Muhammad Fadhly Ali
Satpol PP Makassar
Penyegelan ruangan Direksi dan Dewas PD Parkir. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makasaar menyegel seluruh ruangan Direksi dan Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Makassar.

Ini buntut dari pemecatan Direksi dan Dewas di enam Perusda yang dilakukan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto, Selasa (7/12/2021). 

Kepala Satpol PP Makassar, Iqbal Asnan membenarkan hal tersebut.

Plt Kepala Satpol PP Iqbal Asnan
 
Plt Kepala Satpol PP Iqbal Asnan   (tribuntimur.com/siti aminah)

Baca juga: BREAKING NEWS: Wali Kota Danny Pomanto Pecat Direksi dan Dewas PDAM, PD Parkir dan 4 Perusda ini

Baca juga: BREAKING NEWS: Sore Ini, Kapolda Umumkan Pelaku Penyerang Kampus UIM & Asrama Mahasiswa di Makassar

Menurutnya, penyegelan dilakukan usai adanya pembubaran Direksi dan Dewas Perusda oleh Wali Kota Makassar Danny Pomato.

Pembubaran atau pemberhentian Direksi dan Dewas Perusda Makassar berlaku sejak, Selasa (7/12/2021), hari ini.

Wali Kota mendelegasikan pemberhentian Direksi dan Dewan Pengawas Perusda kepada Tim Penataan Total Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"Kita lakukan penyegelan dan pengosongan ruang direksi dengan memasang spanduk dan SK di kantor Perusda," ucap Iqbal Asnan, Selasa (7/12/2021).

Penyegelan dimulai di Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar hingga menyasar seluruh perusda lainnya.

Antara lain PD Terminal, PD Pasar Makassar Raya, Badan Perumahan Rakyat (BPR), PDAM, dan Rumah Potong Hewan (RPH).

Tim Ahli Wali Kota Makasar Aminuddin Ilmar yang juga bagian dari Tim Penataan Total Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengatakan, pihaknya memang menginstruksi Satpol untuk mengosongkan ruang direksi dan dewas masing-masing perusda.

Pakar politik dari fakultas sospol universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar mengemukakan, polemik black campaign atau kampanye hitam di setiap gelaran pilkada, merupakan hal yang tak bisa terhindarkan.
Pakar politik dari fakultas sospol universitas Hasanuddin, Prof Aminuddin Ilmar mengemukakan, polemik black campaign atau kampanye hitam di setiap gelaran pilkada, merupakan hal yang tak bisa terhindarkan. (ist)

Baca juga: Ternyata Bukan Anggota DPRD, ini Pengakuan Lengkap Niryono Ayah Bripda Randy Bagus

Baca juga: Dilapor Istri Sah, Dua Dokter Selingkuh di Sinjai Belum Diperiksa Polisi

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved