Perspektif
Menghadapi Bencana Alam
Perkiraan BMKG Wilayah IV Makassar bahwa dalam 3 hari (5-7 Desember 2021) hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang
Sabar bukan berarti diam dan pasrah tak berbuat apa-apa. Sabar berawal dari sikap berbaik sangka kepada Allah.
Yakin segalanya terbaik dari-Nya. Lalu pantang menyerah menyelesaikan masalah sebagai dampak dari bencana.
Selanjutnya sikap positif kedua yang harus dimiliki yaitu introspeksi diri atas terjadinya bencana.
Ada tiga tipe bencana yaitu alam, manusia dan campuran alam-manusia. Erupsi Gunung Semeru itu bencana alam. Terjadi karena murni gejala alam. Berbeda dengan banjir.
Ia kombinasi alam dan manusia. Hujan deras itu gejala alam. Tapi banjir terjadi juga karena hutan yang gundul ditebangi oleh manusia. Artinya pada bencana banjir ada andil manusia.
Di sinilah perlunya manusia introspeksi diri. Hentikan penggundulan hutan.
Mari hijaukan lahan lahan kritis dan hutan yang telah rusak. Bemcana banjir di Kalimantan Barat menurut Presiden juga disebabkan oleh hutan yang semakin berkurang karena pembalakan liar.
Bagi Pemerintah tegaskan dan tegakkan aturan yang keras agar manusia tidak merusak hutan untuk alasan apapun.
Jangan karena alasan pembangunan, ekonomi, lapangan kerja, investasi dan lainnya harus mengorbankan alam.
Mungkin jangka pendek ada dampak ekonomi yang positif. Tapi jangka panjang akan menyengsarakan rakyat.
Kemudian sikap positif ketiga yang perlu dikembangkan yaitu tolong-menolong. Ini merupakan jiwa kemanusiaan untuk berbuat baik kepada sesama manusia yang ditimpa bencana.
Kita saksikan masyarakat tanpa komando bergerak membantu. Mereka digerakkan oleh hati nurani dan jiwa kemanusiaan.
Mereka mengumpulkan dana dan mengantarkan bantuan ke lokasi bencana tanpa perhitungan untung dan rugi.
Mari hadapi segala bencana dengan spirit ketuhanan, introspeksi diri, dan tolong menolong.
Dengan itu semua kita dapat tenang dalam menghadapi segala keadaan. Lalu bertindak dengan cepat dan rasional untuk mengatasi dampak jangka pendek dan antisipasi dampak jangka panjang.
Tetap jaga komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar bencana apapun dapat teratasi dengan cepat dan tetap.(*)
Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Selasa (07/12/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rektor-itb-kalla-syamril-1-2112021.jpg)