Perspektif
Menghadapi Bencana Alam
Perkiraan BMKG Wilayah IV Makassar bahwa dalam 3 hari (5-7 Desember 2021) hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang
Syamril
Rektor ITB Kalla
Perkiraan BMKG Wilayah IV Makassar bahwa dalam 3 hari (5-7 Desember 2021) hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sulsel bagian barat meliputi Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Gowa, Makassar dan Takalar.
Selain juga di wilayah Sulsel bagian utara meliputi Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Palopo, Luwu Timur, Toraja Utara, dan Tana Toraja.
Hari ini Senin 7 Desember 2021 sepanjang hari dari pagi sampai malam hujan terus mengguyur Kota Makassar dan hampir semua wilayah di Sulsel sesuai dengan perkiraan BMKG.
Dampaknya banjir di beberapa daerah mulai terjadi.
Foto-foto dan video banjir di beberapa daerah seperti Makassar, Barru, dan daerah lainnya mulai membanjiri media sosial.
Di Jawa Timur pada hari Sabtu sore 4 Desember 2021 juga erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang yang mengeluarkan abu dan lahar panas yang menghancurkan rumah-rumah di desa terdekat.
Tercatat 13 orang meninggal dunia dan 41 orang luka bakar. Senelumnya di bulan Nopember 2021 juga banjir di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat.
Menghadapi ini semua dibutuhkan sikap positif agar kita dapat menghadapinya dengan baik. Masalah yang timbul sebagai dampak bencana dapat diatasi.
Lebih penting lagi kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran untuk masa depan. Bencana bisa terjadi kapan saja karena Indonesia kondisi alamnya rawan bencana.
Perlu langkah antisipatif agar dapat meminimalisir dampaknya.
Sikap positif pertama yang harus dimiliki yaitu spirit ketuhanan berupa iman kepada takdir Allah.
Segala bencana yang terjadi ada dalam ketetapan Allah. Ungkapan “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un” adalah keyakinan bahwa segalanya milik Allah dan akan kembali kepada Allah.
Tugas kita adalah menghadapi dengan penuh kesabaran dan mencari hikmah di balik bencana itu.
Sabar bukan berarti diam dan pasrah tak berbuat apa-apa. Sabar berawal dari sikap berbaik sangka kepada Allah.
Yakin segalanya terbaik dari-Nya. Lalu pantang menyerah menyelesaikan masalah sebagai dampak dari bencana.
Selanjutnya sikap positif kedua yang harus dimiliki yaitu introspeksi diri atas terjadinya bencana.
Ada tiga tipe bencana yaitu alam, manusia dan campuran alam-manusia. Erupsi Gunung Semeru itu bencana alam. Terjadi karena murni gejala alam. Berbeda dengan banjir.
Ia kombinasi alam dan manusia. Hujan deras itu gejala alam. Tapi banjir terjadi juga karena hutan yang gundul ditebangi oleh manusia. Artinya pada bencana banjir ada andil manusia.
Di sinilah perlunya manusia introspeksi diri. Hentikan penggundulan hutan.
Mari hijaukan lahan lahan kritis dan hutan yang telah rusak. Bemcana banjir di Kalimantan Barat menurut Presiden juga disebabkan oleh hutan yang semakin berkurang karena pembalakan liar.
Bagi Pemerintah tegaskan dan tegakkan aturan yang keras agar manusia tidak merusak hutan untuk alasan apapun.
Jangan karena alasan pembangunan, ekonomi, lapangan kerja, investasi dan lainnya harus mengorbankan alam.
Mungkin jangka pendek ada dampak ekonomi yang positif. Tapi jangka panjang akan menyengsarakan rakyat.
Kemudian sikap positif ketiga yang perlu dikembangkan yaitu tolong-menolong. Ini merupakan jiwa kemanusiaan untuk berbuat baik kepada sesama manusia yang ditimpa bencana.
Kita saksikan masyarakat tanpa komando bergerak membantu. Mereka digerakkan oleh hati nurani dan jiwa kemanusiaan.
Mereka mengumpulkan dana dan mengantarkan bantuan ke lokasi bencana tanpa perhitungan untung dan rugi.
Mari hadapi segala bencana dengan spirit ketuhanan, introspeksi diri, dan tolong menolong.
Dengan itu semua kita dapat tenang dalam menghadapi segala keadaan. Lalu bertindak dengan cepat dan rasional untuk mengatasi dampak jangka pendek dan antisipasi dampak jangka panjang.
Tetap jaga komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak agar bencana apapun dapat teratasi dengan cepat dan tetap.(*)
Tulisan ini juga diterbitkan pada harian Tribun Timur edisi, Selasa (07/12/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rektor-itb-kalla-syamril-1-2112021.jpg)