Breaking News:

Tribun Jeneponto

Pemangku Adat Bangkala Tolak Keras Pelantikan Karaeng Barana dari Bulukumba

Penolakan oleh pemangku adat Bangkala lantaran pelantikan Karaeng Barana dinilai kontroversial dan melanggar norma adat istiadat Bangkala. 

Penulis: Muh Rakib | Editor: Hasriyani Latif
Pemangku Adat Bangkala Tolak Keras Pelantikan Karaeng Barana dari Bulukumba
dok pribadi
Pemangku adat Bangkala, Saiful Mustamu Karaeng Bangkala

TRIBUNJENEPONTO.COM, BANGKALA - Pemangku adat Bangkala menolak keras pengukuhan lembaga adat Gallarang dan pelantikan Karaeng Barana.

Puang Karaeng Botto Deppa Beta (Karaeng Bulu) Raja ke 12 Kajang Karaeng Sajanga Ri Kajang, Bulukumba rencananya akan dilantik di Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, 5 Desember mendatang.

Penolakan oleh pemangku adat Bangkala lantaran pelantikan Karaeng Barana dinilai kontroversial dan melanggar norma adat istiadat Bangkala. 

Pemangku adat Bangkala, Saiful Mustamu Karaeng Bangkala mengatakan apapun bentuknya, baik pengukuhan lembaga adat Gallarang atau pelantikan Karaeng Barana tidak boleh dilaksanakan di Desa Barana.

Sebab, sangat bertentangan dengan norma-norma tatanan adat yang telah berlaku secara turun-temurun di wilayah Kecamatan Bangkala. 

"Saya mohon maaf kepada masyarakat Barana. Saya ini anak langsung dari H Mustamu Karaeng Bangkala dan dinobatkan sebagai pemangku adat Bangkala tapi saya tidak dilantik Karaeng Bangkala," katanya via rilis yang diterima Tribun Jeneponto, Minggu (28/11/2021).

"Sepanjang pengetahuan saya tidak pernah ada yang namanya Karaeng Barana, di Barana yang ada hanya Gallarrang Barana dari dulu sampai sekarang jadi sekali lagi tidak pernah ada Karaeng di Barana, kecuali  yang dilantik Karaeng hanya Karaeng Bangkala," lanjutnya.

Ia pun memohon maaf kepada masyarakat Barana.

"Jadi sekali lagi mohon maaf kepada masyarakat Barana kalau Anda punya turunan dari Kajang silahkan dilantik di Kajang. Tapi bukan di Bangkala," tegasnya.

"Kalau ada yang mau dilantik karaeng di Bangkala itu adalah Karaeng palsu, sekali lagi karaeng palsu atau imitasi," tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved